Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Pengalaman Peserta KKN Instika Sumenep Memimpin Shalawat Nabi

Pengalaman Peserta KKN Instika Sumenep Memimpin Shalawat Nabi
Peserta KKN dari rumah Instika Guluk-guluk memimpin shalawatan. (Foto: NOJ/Firdausi)
Peserta KKN dari rumah Instika Guluk-guluk memimpin shalawatan. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Tahun baru Hijriyah 1442 disambut meriah dengan beragam cara oleh Nahdliyin. Termasuk di pesantren yang merupakan rahim Nahdlatul Ulama yang menguatkan amaliah dan tradisi leluhur agar para santri selalu mengingat, mempertahankan, dan mengamalkan ketika kelak terjun di tengah masyarakat.

 

Seperti halnya dilakukan peserta Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN-DR) Posko 21 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk merealisasikan programnya yang berbentuk pembacaan shalawat Nabi bersama santri di masjid Jami' Annuqayah, Ahad (23/8).

 

Ustadz Moh Luthfi selaku Ketua Takmir Masjid Jami' Annuqayah berharap kegiatan menjadi uswah dalam kehidupan sehari-hari.

 

"Ketika seorang pemuda mengetahui apa yang diajarkan dan disabdakan Nabi dan tidak menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, akhirnya semakin jauh dari nilai yang dicontohkan Nabi," ungkapnya.

 

Dirinya memasrahkan sepenuh kepada peserta KKN-DR  untuk menggantikan peran takmir sehingga bisa merasakan dan belajar bahwa beshalawat tak semudah yang dibayangkan.

 

Lukmanul Hakim menyatakan bahwa program ini ingin mengingat perjuangan Nabi Muhammad SAW saat menegakkan agama Islam di Makkah dan Madinah.

 

Ketua KKN-DR Posko 21 tersebut mengutarakan bahwa membaca shalawat bagian dari olah rasa atau spiritual. Di mana semakin istikamah dibaca oleh santri, maka akan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.

 

"Barangsiapa yang senang membaca shalawat Nabi kelak di hari kiamat akan ditolong oleh Nabi dan berkumpul di surga," ujarnya.

 

Di kesempatan berbeda Omyadi selaku peserta KKN-DR Posko 21 bersyukur bahwa programnya berjalan baik walaupun sebelum memandu shalawat terasa grogi.

 

"Awalnya grogi karena saya belum terbiasa memimpin shalawat Nabi di hadapan santri Annuqayah daerah Lubangsa. Berkat dukungan teman-teman maka membuat saya berani dan tidak grogi," ungkapnya.

Iklan PWNU Jatim