Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pengurus Lembaga Harus Sejalan dengan Perjuangan NU

Pengurus Lembaga Harus Sejalan dengan Perjuangan NU
Kegiatan ta'aruf calon pengurus lembaga PCNU Sumenep, Ahad (15/11/2020). (Foto: NOJ/ Habib).
Kegiatan ta'aruf calon pengurus lembaga PCNU Sumenep, Ahad (15/11/2020). (Foto: NOJ/ Habib).

Sumenep, NU Online Jatim

Lembaga di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organ penting dalam menopang laju organisasi. Lembaga adalah perangkat departemen dan kaki tangan NU dalam melaksanakan kebijakan organisasi.

 

Oleh karena itu, lembaga itu sendiri merupakan talinya NU, yang gerak geriknya harus sejalan dengan perjuanagn NU.

 

Pernyataan ini disampaikan KH. A Pandji Taufiq saat "Ta'aruf dan Penandatanganan Kontrak Jam'iyah" Pengurus Lembaga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ahad (15/11/2020). Acara yang dilaksanakan di Kantor PCNU setempat ini dihadiri oleh jajaran pengurus syuriah dan tanfidziyah, serta pengurus lembaga di bawah naungan PCNU Sumenep.

 

Ketua PCNU Sumenep tiga perode ini menambahkan, tujuan NU sebagai organisasi sosial keagamaan sejak dulu sudah jelas dan ada relnya. Maka dari itu, seluruh pengurus dituntut untuk tidak membelot dari rel yang mesti ditapaki tersebut.

 

"Oleh karena itu arah, gerak dan langkah yang dilakukan oleh pengurus lembaga harus senafas dengan hal-hal yang dicanangkan otak besar NU. Lembaga ini pelaksana, dan pengendalinya adalah jajaran ru'asa'," ujar Kiai Pandji, sapaannya.

 

Kiai Pandji menambahkan, program-program yang dicanangkan tidaklah asal comot. Melainkan melalui proses yang alot dan panjang. Dimulai dari dilakukannya Lokakarya Perencanaan Strategis (Renstra), hingga kemudian hasil renstra tersebut dibawa ke Konfercab dua bulan yang lalu untuk dibahas dalam sidang komisi.

 

"Dari runtutan inilah lahirlah sebuah program dan rancangan kegiatan NU Sumenep, yang dapat dijadikan sebagai pengejawantahan atas amal kita selama lima tahun ke depan," jelasnya.

 

Alumni Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk ini mewanti-wanti, bahwa program-program kerja strategis harus direalisasikan dengan cara-cara ala NU, bukan dengan cara lain yang tidak selaras dengan tradisi NU.

 

"Lebih baik tidak punya program sama sekali, daripada program yang terealisasi dilakukan dengan cara-cara di luar NU," tegasnya.

 

Lantas kemudian, ia menjelaskan terkait kronologis penyusunan struktur pengurus PCNU Sumenep. Terlebih dahulu melakukan musyawarah dengan tim formatur untuk menyusun rancangan hingga finalisasi struktur pengurus harian, baik di Mustasyar, Syuriyah, A'wan dan Tanfidziyah.

 

"Kemudian dilakukan musyawarah pengurus harian untuk menyusun daftar ketua lembaga dan calon pengurus lembaga, dan memohon persetujuan pengurus syuriah terkait penetapannya (ketua lembaga dan calon pengurus) melalui jalan istisyarah dan istikharah," tuturnya.

 


 

Kiai asal Guluk-Guluk ini juga mengibaratkan bahwa berkhidmah di NU sama halnya dengan mengabdi di Pesantren. Pengasuhnya disebut dengan Syuriyah, sedang Tanfidziyah bertindak sebagai Kepala Pesantren atau Pengurus Pesantren. "Dan kepala pesantren inilah yang akan menjadi pelaksana dari kebijakan umum pengasuh pesantren," pungkasnya.


Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim