Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pengurus PAC Muslimat NU Dikukuhkan sebagai Guru Besar IAIN Tulungagung

Pengurus PAC Muslimat NU Dikukuhkan sebagai Guru Besar IAIN Tulungagung
Hj Elfi Muawanah saat dikukuhkan sebagai guru besar IAIN Tulungagung bidang ilmu bimbingan penyuluhan, Rabu (17/03/2021). (Foto: Dok Istimewa).
Hj Elfi Muawanah saat dikukuhkan sebagai guru besar IAIN Tulungagung bidang ilmu bimbingan penyuluhan, Rabu (17/03/2021). (Foto: Dok Istimewa).

Tulungagung, NU Online Jatim

Elfi Muawanah dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung dikukuhkan menjadi guru besar bidang ilmu bimbingan penyuluhan di almamaternya, Rabu (17/3/2021). Pengukuhan yang berlangsung di Gedung KH Arief Mustaqiem IAIN Tulungagung ini dihadiri sejumlah kalangan.

 

Selain sebagai dosen, Elfi merupakan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.

 

Dalam pengukuhannya, ia menyampaikan pidato berjudul 'Bimbingan Konseling Spiritual Transendental (BKST) untuk Pencapaian Pitch Promosi Karir (Twin single experiments design case study)'. "Bimbingan koneling bukan semata-mata untuk menangani orang yang bermasalah, yang biasanya absen, mbolosan, itu tidak seperti itu,” terangnya.

 

Dilanjutkannya, bimbingan konseling juga bisa untuk membantu orang dalam mencapai pitch karir dalam hidupnya. “Ketika seseorang ingin bekerja, maka tentu ia mempunyai target. Namun saat sudah masuk kerja keinginan untuk menjadi karyawan yang seperti apa itulah yang harus diterapkan sejak awal," lanjutnya.

 

Menurutnya, dalam bidang bimbingan dan konseling, selama ini Indonesia terkesan hanya terpaku pada teori barat, realitas, eksistensial humanistik, psikoanalisis, gestalt, dan teori-teori barat lain. "Teori tersebut bagus sebenarnya. Namun, sebagai seorang yang berlatar belakang agama Islam, saya termotivasi untuk mencoba memasukkan Islam dalam proses helping relationship. Saya ramu menjadi BKST," ungkapnya.

 

Ia menambahkan, di dalam bimbingan konseling spiritual transendental ini akan ada 4 hal yang diberikan konselor kepada klien sehingga bisa berjalan efektif. 1) adanya spiritual di dalamnya, transendentalnya, 2) posisi, yakni konselor dan klien harus dalam keadaan memiliki wudlu, 3) spiritual yang menginspirasi karyanya, pengabdiannya, tulisannya. 4) baca Al-Quran, shalat taubat, wirid, kirim doa kepada leluhur dan aulia'.

 

"Dari melakukan ke 4 hal tersebut, harapan saya miniatur kekuatan Allah SWT transfer ke kita, masuk ke diri kita. Seperti halnya ketika kita mengatakan ya lathifu (yang maha lembut), itu masuk ke kita. Inner karakteristik itu masuk ke kita, konselor harus seperti itu maka si klien juga harus seperti itu," jelasnya.

 

Elfi menyampaikan, ketika seseorang menjalani BKST akan memunculkan hal-hal positif padanya. Di antaranya adalah rasa yakin, ikhlas, sabar, istiqamah, ketahanan, dan ketangguhan.

 

"Ketika 6 hal itu sudah dilakukan maka akan ada energi positif di situ. Dengan keyakinan akan mampu memancarkan cahaya terang padanya, kemudian ia juga akan mampu mengganyang semua hal negatif yang terjadi atas dirinya, akan mampu mengundang rahmat Allah SWT. Insyaalloh, dan tentu akan mempererat hubungan kita dengan Allah SWT", terangnya. 

 

Maka ketika pitch karir seseorang sudah terpenuhi, selanjutnya adalah mengatur ulang pola hidup dalam menggunakan fisiknya, psikisnya, akademis, ekonomis, spiritual, dan transendentalnya. Supaya bisa memperbaiki diri di masa yang akan datang.

 

Wanita kelahiran Madiun ini bahkan berpesan kepada seluruh kalayak umum khususnya perempuan untuk senantiasa berproses membenahi diri, mengenali potensi diri untuk meraih cita-cita.

 

"Selalu kuatkan diri, benahi diri dengan ilmu atau keterampilan sekuat yang bisa diraih. Kerjakan dan dapatkan sesuatu dengan cara yang baik dan benar. Kenali potensi diri kita apa. Dalam mencapai kesuksesan selalu iringi dengan doa, wirid, sedekah, tenaga fikiran dan materi, selalu tebarlah kebahagiaan kepada orang. Maka dengan sendirinya kita akan tergiring menuju cita-cita yang kita inginkan. Insyaallah," katanya kepada NU Online Jatim

 

 

Atas pengukuhan guru besar tersebut, Elfi menyampaikan rasa syukurnya karena bisa memperoleh anugerah sebagai guru besar. "Tentunya alhamdulillah, saya dipilih Allah untuk ditingkatkan derajatnya. Saya bersyukur dan bangga. Karena tidak semua mukmin yang berilmu dipilih," ungkap Elfi.

 

Editor: Romza

F1 Promosi Iklan