Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pengusaha NU Ini Dulunya Penjual Es Keliling, Kini Berzakat Rp2,28 M

Pengusaha NU Ini Dulunya Penjual Es Keliling, Kini Berzakat Rp2,28 M
Pengusaha NU asal Jember, Haji Slamet, saat membagikan zakat mal perusahaannya. (Foto: NU Online)
Pengusaha NU asal Jember, Haji Slamet, saat membagikan zakat mal perusahaannya. (Foto: NU Online)

Jember, NU Online Jatim

Namanya Slamet Sulistiyono. Panggilan akrabnya Haji Slamet. Di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jember, ia menjadi wakil ketua. Ia juga dikenal sebagai pengusaha nasional, Presiden Direktur PT Benih Citra Asia (BCA) yang bergerak di bidang produksi benih tanaman pangan dan holtikultura. Produksi benihnya meliputi jagung, padi dan 200 lebih varian benih tanaman pangan dan holtikultura.

 

Tidak banyak yang tahu ihwal kehidupan Haji Slamet sebelum menjadi pengusaha sukses. Ia tidak serta merta kaya seperti sekarang, tapi melalui perjalanan panjang dan penuh liku. Haji Slamet berasal dari keluarga sederhana, bahkan boleh dibilang tidak mampu. Ayahya hanya seorang buruh perkebunan di Banyuwangi.  

 

Awal berumah tangga, Haji Slamet hidup luntang-luntung tanpa pekerjaan yang tetap. Bahkan, ia pernah menjadi penjual es keliling dengan menggunakan sepeda motor butut.

 

“Saya keliling  jual es mulai dari Jember kota hingga Mayang (Jember timur),” cerita Haji Slamet saat membagikan zakat mal untuk 850 mustahik di aula kantor PT BCA di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, pada Jumat lalu, dikutip dari NU Online pada Ahad (09/05/2021).

 

Namun, Haji Slamet tak berkecil hati. Ia yakin bisa mengubah nasibnya asalkan tekun dalam bekerja dan tak putus asa. Ia juga yakin Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka mengubahnya sendiri.

 

Setelah sekian lama nasibnya tak menentu, ia kemudian mendapat kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan pembenihan. Dari situlah tirai kegelapan hidupnya mulai terkuak. Ia kemudian berhenti dari perusahaan itu dan mendirikan perusahaan pembenihan sendiri.

 

“Ini kalau diceritakan semua, sangat panjang. Tapi yang pasti, usaha apapun jika ditekuni sungguh-sungguh, insyaallah berhasil,” ungkapnya.

 

Mulanya kecil, kini perusahaannya tumbuh besar. Sejumlah kantor cabang PT BCA didirikan di Jawa Timur dan provinsi lainnya. Bahkan, Haji Slamet juga berencana membuka kantor cabang perusahaannya di luar negeri, yaitu Thailand, Philipina, dan India. Pengumuman rekrutmen pimpinan dan tenaga kerjanya sudah dipublikasikan di berbagai media.

 

Sejak tahun 2006, PT BCA telah mengeluarkan zakat mal secara rutin tiap tahun. Tahun ini perusahaan tersebut menggelontorkan  zakat perusahaan sebesar Rp2,28 miliar. Zakat tersebut didistribusikan dalam bentuk sembako dan uang kepada ribuan mustahik di Jember dan sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat, bahkan Kalimantan yang di situ berdiri kantor cabang PT BCA.

 

“Tapi yang terbanyak tetap di Jember, karena Jember adalah kantor pusatnya (BCA),” jelas Haji Slamet.

 

Pada pembagian zakat tersebut, Haji Slamet memperkenalkan orang tua dan mertuanya kepada yang hadir. Ia menyebut bahwa dukungan dan doa orang tuanya cukup besar bagi kesuksesan dirinya mendirikan dan mengelola perusahaan.

 

“Tanpa doa dan restu orang tua, tidak mungkin saya seperti ini. Saya dulu melarat, ayah saya hanya buruh perkebunan. Kita tahu hidupnya buruh seperti apa. Tapi kemudian saya bangkit,” urainya.

 

Editor: Nur Faishal

F1 Promosi Iklan