Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Perdalam Pemahaman, MWCNU di Sidoarjo Adakan Halaqah Aswaja

Perdalam Pemahaman, MWCNU di Sidoarjo Adakan Halaqah Aswaja
Halaqah Aswaja yang dilaksanakan MWCNU Wonoayu Kabupaten Sidoarjo, Jumat (15/01/2021). (Foto: NOJ/ YS).
Halaqah Aswaja yang dilaksanakan MWCNU Wonoayu Kabupaten Sidoarjo, Jumat (15/01/2021). (Foto: NOJ/ YS).

Sidoarjo, NU Onlie Jatim

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonoayu Kabupaten Sidoarjo mengadakan Halaqah Aswaja, Jumat (15/01/2021). Acara yang menghadirkan Yusuf Suharto, Tim Aswaja NU Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini dilaksanakan di Aula Lantai II MWCNU Wonoayu.

 

Kegiatan yang dihadiri pengurus ranting se-Kecamatan Wonoayu berserta Badan Otonom (Banom) ini dimulai pukul 13.00 WIB. Acara dibuka oleh KH Ali Subakir, Rais Syuriah MWCNU setempat.

 

Dalam sambutannya, Kiai Subakir menyampaikan banyak terima kasih kepada panitia yang telah mengadakan kegiatan Halaqah Aswaja. Ia berharap dengan adanya halaqah ini semakin kuat rasa ke-NU-an baik lahir dan batin.

 

"Yang kemudian, selesai halaqah ini, lebih semangat dalam meneruskan perjuangan KH Hasyim Asy'ari," tutur Rais Syuriyah yang ketika Kiai Bisri Syansuri wafat pada 1980 ikut melayat tersebut. 

 

Senada dengan Rais Syuriyah, Ketua MWCNU Wonoayu KH Arif Jakfar berharap, dengan adanya kegiatan ini pemahaman aswaja semakin bertambah serta semakin yakin atas ajaran Aswaja KH Hasyim Asyari dan para pendiri NU lainnya. 

 

"Halaqah ini mukadimah saja dan akan dilanjut dalam halaqah selanjutnya dengan mendatangkan pemateri dari Aswaja NU Center Sidoarjo dan Aswaja NU Center PWNU Jatim," katanya.

 

Sementara iut, Yusuf Suharto sebelum menyampaikan materi, menghadiahkan buku  karya Tim Aswaja NU Center PWNU Jatim berjudul "Khazanah Aswaja" kepada Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonoayu Kabupaten Sidoarjo.

 

Pria yang akrab dipanggil Ustad Yusuf ini dalam kesempatan halaqah merasa bergembira atas kiprah ustadz-ustadz muda di Sidoarjo termasuk di Wonoayu. Terlihat Ustadz Yazid Bustomi dari Lembaga Bahstul Masail (LBM), Ustadz Nawawi dari Lembaga Takmir Masjid. Serta terlihat pimpinan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Ustadz Fuad Najib.

 

Ustadz Yusuf yang juga Ketua Umum Persatuan Dosen Agama Islam (Persada) Nusantara Jawa Timur ini menceritakan pengalamannya berdebat dengan tokoh-tokoh Syiah, Ahmadiyah, HTI, Wahabi yang begitu semangat dalam menyebarkan ajarannya.

 

Tidak kalah pentingnya, dosen Aswaja di Ma'had Aly Pesantren Mambaul Maarif Denanyar dan Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto ini berpesan harus ada kader NU yang jihad di media sosial. Karena kelompok di luar NU begitu masif menyebar ajarannya di medsos.

 

Selain itu, dalam halaqah tersebut Ustadz Yusuf juga menyatakan bahwa kepemimpinan itu bersifat dinamis dan kontekstual. Misalnya ijtihad Sayyidina Hasan, cucu Rasulullah SAW yang menyerahkan kepemimpinan kepada Muawiyah.

 

Hal tersebut merupakan contoh musyawarah. Serta contoh bahwa pemimpin selanjutnya bisa mengganti pemimpin sebelumnya, walau belum meninggal dunia.

 

"Rasulullah mendoakan agar Sayyidina Hasan bisa mendamaikan kaum muslimin yang bertikai. Dan harapan Rasulullah itu terbukti bahwa masa Sayyidina Hasan penuh kedamaian dan tak ada pertumpahan darah. Dan beliau tidak ‘ambisi’ dengan kekuasaan. Beliau serahkan kepada Muawiyah,” ungkap Ustadz Yusuf.

 

 

Dalam acara ini turut juga dihadiri Gus Aris Karomi selaku PC Aswaja NU Center Kabupaten Sidoarjo. Ia mendukung langkah MWCNU Wonoayu yang akan membentuk Aswaja NU Center di tingkat MWC atau kecamatan.

Iklan promosi NU Online Jatim