Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Perdalam Pengetahuan, Ansor di Sumenep Ngaji Kitab Mbah Hasyim

Perdalam Pengetahuan, Ansor di Sumenep Ngaji Kitab Mbah Hasyim
Kegiatan Ngaji Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim yang diadakan PR GP Ansor Grujugan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Ahad (22/11/2020) malam. (Foto: NOJ/ Habib)
Kegiatan Ngaji Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim yang diadakan PR GP Ansor Grujugan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Ahad (22/11/2020) malam. (Foto: NOJ/ Habib)

Sumenep, NU Online Jatim

Kajian kitab kuning merupakan agenda yang lumrah dilakukan kalangan pesantren atau nahdliyin. Bahkan, kegiatan ini dapat dikatakan sebagai rutinitas yang sudah melekat erat dalam tradisi warga nahdliyin. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk pengejawantahan dalam merawat dan melestarikan serta sebagai upaya dalam menambah khazanah ilmu pengetahuan yang telah diwariskan oleh ulama terdahulu.

 

Atas dasar itulah Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Grujugan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep menghelat kajian kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim, karangan muassis Nahdlatul Ulama (NU) KH M Hasyim Asy’ari. Kajian ini diampu oleh Lora Anis Haddad, seorang kiai muda desa setempat.

 

Kajian kitab yang rutin dilaksanakan setiap bulan pada hari Ahad pekan keempat ini dilaksanakan di Sekretariat PR GP Ansor setempat, di Dusun Karang Mimba, Grujugan, Gapura, Ahad (22/11/2020) malam. Hadir dalam kegiatan ini Ustadz Zubairi Pembina PR GP Ansor setempat, Pengurus dan Anggota PR GP Ansor Grujugan.

 

Seusai dilakukan pembacaan Shalawat Nariyah bersama, Ra Anis Haddad segera memulai kajian kitab. Ia pun menjelaskan, bahwa selayaknya bagi orang yang menuntut ilmu hendaknya memiliki niatan ikhlas karena Allah.

 

"Bukan semata-mata hanya mencari kedudukan (kekuasaan), harta benda, dan ingin memperbanyak pengikut (massa)," tegasnya kepada hadirin.

 

Alumni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan tersebut juga memaparkan beberapa hal yang menjadi akibat bagi seseorang yang menuntut ilmu jika tidak dilakukan semata-mata karena Allah SWT. "Diantaranya ialah ia tidak akan bisa mencium aroma semerbak surga yang harum," jelasnya.

 

Ia menambahkan, bahwa akibat dari seseorang yang tidak ikhlas dalam menuntut ilmu yang lain ialah tidak akan memperoleh pahala atas pencarian ilmu yang ia lakukan pada saat itu. Bahkan, juga akan membuat hati seseorang itu mati atau keras. "Mencari dunia dengan pekerjaan akhirat akan menyebabkan matinya hati seseorang," pungkasnya.

 

 


 

Sebelumnya, Ustadz Asrawi Ketua PR GP Ansor Grujugan mengingatkan, seluruh kader harus terus membangun spirit serta semangat dalam berkhidmah di Ansor. Meskipun Ansor Grujugan dinobatkan sebagai ranting paling aktif se-Kecamatan Gapura beberapa waktu lalu, seyogyanya hal ini menjadi pelecut semangat seluruh kader untuk terus berkontribusi positif kepada organisasi.

 

“Jangan terlena dengan prestasi ini. Mari kita bulatkan tekad untuk terus memacu spirit dalam menjalankan program dan kegiatan. Syukur-syukur jika nanti kita bisa melakukan gebrakan baru,” pungkas pria yang juga mahasiswa Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman (INSTIK) Annuqayah Sumenep ini.

 

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim