Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Perempuan dan Media Menjadi Kunci di Pilkada Kabupaten Kediri

Perempuan dan Media Menjadi Kunci di Pilkada Kabupaten Kediri
KPU Kab Kediri menggelar Seminar Peran Perempuan dan Media di Pilkada 2020 (Foto; Sam/NUOJ)
KPU Kab Kediri menggelar Seminar Peran Perempuan dan Media di Pilkada 2020 (Foto; Sam/NUOJ)

Kediri, NU Online Jatim

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menggelar seminar Nasional dengan tema Mengkaji Peran Perempuan dan Dukungan Media untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020. Nanang Qosim, Komisioner KPU Kab Kediri dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan seminar ini adalah fakta menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pemilih perempuan dalam 2 (dua) perhelatan terakhir Pilkada Kab Kediri sangat minim.

 

“Untuk itu menjadi penting bagi KPU Kab Kediri untuk menghadirkan stake holder organisasi perempuan di Kab Kediri untuk turut serta menyukseskan gelaran pilkada Kab Kediri pada tanggal 9 Desember mendatang,” kata Nanang Qosim di Hotel Surya Pare Kediri (9/10)

 

Nanang Qosim melanjutkan, disamping itu, yang tidak kalah penting adalah peran media yang memberikan berita yang berimbang. 

 

Dosen IAIN Tulungagung Dian Fericha, yang didapuk sebagai Pematik diskusi ini mengatakan partisipasi perempuan dalam setiap pemilihan menjadi kunci karena jumlah populasi perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Maka bukan menjadi halangan bagi kaum perempuan untuk menyampaikan aspirasinya dalam pilkada Kab Kediri walaupun hanya ada satu pasangan calon.

 

“Antusiasme dan loyalitas perempuan pada pilihannya lebih baik dari pada kaum laki-laki, maka harapan adanya perubahan untuk kondisi yang lebih baik dan sejahtera harus lebih disuarakan oleh kaum perempuan,” kata Magister Hukum itu.

 

 

Nuning Rodhiyah, Komisomer KPU RI Bidang Kelembagaan yang turut hadir mengatakan di era digital sekarang ini banyak masyarakat yang terpengaruh dari berita HOAX terutama yang berasal dari sosial media. Fakat menunjukkan 80% berita HOAX berasal dari media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Youtube, Twitter, Instagram, dll. 

 

“Salah satu cara yang bisa menghambat persebaran HOAX berkiatan dengan pilkada adalah edukasi dan sosialisasi. Media mempunyai peran penting dalam kedua bidang ini karena salah satu fungsi media adalah sebagai agen pendidikan politik. Media juga harus bisa memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat dan buka partisan mengingat hanya ada calon tunggal di Kab Kediri,” tegas komisioner asal Jawa Timur ini. 

 

Disamping itu, cara yang cukup efektif untuk mencegah HOAX adalah tidak selalu membagikan berita yang belum tentu benar dan juga check dan re-check kepada media main stream baik cetak maupun elektronik.

 

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah organisasi perempuan yang ada di Kab Kediri,  diantaranya; Bhayangkari, Persit, Muslimat, Fatayat, Korp PMII Putri, IPPNU, Aisyiyah, Nasiatul Aisyiyah, PKK, Dharma Wanita, KOHATI,  dll.  Sejumlah media cetak dan elektronik nasional juga lokal juga hadir dalam acara tersebut.

 

Kontributor; Syamsudin
Editor; Rofi'i Boenawi

 

PWNU Jatim Harlah