Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Peringati Hari Santri, Civitas Akademika Kampus di Ponorogo ini Harus Sarungan

Peringati Hari Santri, Civitas Akademika Kampus di Ponorogo ini Harus Sarungan
Proses perkuliahan di IAISG Ponorogo. (Foto: NOJ/ Erwin Suganda).
Proses perkuliahan di IAISG Ponorogo. (Foto: NOJ/ Erwin Suganda).

Ponorogo, NU Online Jatim

Cara unik memperingati Hari Santri 2020 kali ini terlihat di Kampus Institut Agama Islam Sunan Giri (IAISG) Kabupaten Ponorogo. Semua mahasiswa dan mahasiswi yang mengemban ilmu pendidikan di perguruan tinggi ini menggunakan pakaian ala santri, Rabu (21/10/2020). Bagi laki-laki mengenakan sarung, sedangkan perempuan berbusana muslimah.

 

Marwan Salahudin, Rekto IAISG Kabupaten Ponorogo mengatakan, dalam memperingati Hari Santri 2020 dirinya menginformasikan kepada seluruh civitas akademika untuk menggunakan pakaian ala santri saat proses pembelajaran sejak tanggal 19 hingga 24 Oktober 2020.

 

"Karena Kampus IAISG ini kampus agama islam, mahasiswanya banyak yang dari pesantren. Jadi ketika momen hari santri seperti ini kami mengajak mahasiswa, dosen dan karyawan ikut berpartisipasi merayakan Hari Santri dengan berpakaian ala santri selama satu minggu," kata Mabah Marwan saat ditemui di ruang kerjanya.

 

 

Ia menambahkan, walupun pelaksanaan pembelajaran dan peringatan Hari Santri 2020 ini masuk seperti biasa, namun semua orang yang memasuki kawasan kampus IAISG harus mematuhi protokol kesehatan ketat.

 

"Setiap masuk kampus, didepan pintu gerbang harus melalui pengecekan suhu dengan termogan, mewajibkan cuci tangan, menggunakan masker dan diwajibkan jaga jatak, dan yang paling penting yang sakit jangan masuk," ungkap Mbah Marwan.

 

Ia berharap, melalui momentum Hari Santri 2020 ini semua mahasiswa dapat menambah ilmu tentang Agama Islam. "Semoga dapat meningkatkan wawasan mahasiswa terutama dalam ilmu-ilmu keagamaan dan keislaman. Supaya mahasiswa lebih giat belajar ilmu agama dan meneruskan dan mengembangkan pelajaran agama yang telah diperoleh di pesantren dan madrasah sebelumnya," harap Mbah Marwan.

 

Editor: Romza

F1 Promosi Iklan