Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Peringati Harlah, Elemen NU Surabaya dan Ponorogo Ziarah ke Muassis

Peringati Harlah, Elemen NU Surabaya dan Ponorogo Ziarah ke Muassis
Majelis Rutin Sholawat Lesbumi (Marshal) bersama Pencak Silat Nahdhatul Ulama (NU) Pagar Nusa saat ziarah ke makam muassis NU di Surabaya. (Foto: NOJ/ Hisam Malik).
Majelis Rutin Sholawat Lesbumi (Marshal) bersama Pencak Silat Nahdhatul Ulama (NU) Pagar Nusa saat ziarah ke makam muassis NU di Surabaya. (Foto: NOJ/ Hisam Malik).

Surabaya, NU Online Jatim

Majelis Rutin Sholawat Lesbumi (Marshal) bersama Pencak Silat Nahdhatul Ulama (NU) Pagar Nusa menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-98 NU. Kegiatan tersebut diantaranya ziarah ke makam para muassis serta pagelaran pencak jidor dan loro pangkon di Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya.

 

“Ziarah ke makam para muassis jam’iyah NU yang ada di Surabaya seperti KH Ridlwan Abdullah, KH Hasan Gipo, KH Mas Alwi bin Abdul Aziz, kemudian dilanjut pembacaan istighotsah dan kirim doa yang dilakukan di gedung Hoofd Bestuur Nahdlatoel Oelama PCNU Surabaya sekalian disambung dengan tampilan Pencak Jidor dan Loro Pangkon,” kata Ketua PC Lesbumi NU Surabaya, Muhammad Hasyim Asyari, Sabtu (27/02/2021).

 

Dikatakan, Surabaya yang merupakan kota kelahiran NU tidak bisa dipisahkan dari jejak sejarah para pejuang. “Terlebih-lebih gedung HoofdBestuur Nahdlatoel Oelama (HBNU) yang merupakan gedung Pengurus Besar (PB) NU pertama yang kini menjadi menjadi kantor PCNU Kota Surabaya merupakan tempat berkumpulnya para pendiri dan para kiai jam’iyah NU dalam perumusan berbagai strategi terkait perosalan bangsa dan agama,” ungkapnya.

 

M Ichwanul Arifin, salah satu jama’ah rutin Marshal Surabaya mengatakan, kegiatan yang digelar oleh Marshal bersama Pagar Nusa menjadi salah satu tambahan wawasan. Baik dari pendalaman sejarah ataupun budaya lokal seperti penampilan pencak silat dan lain sebagainya.

 

 “Intinya saya pribadi tidak akan membiarkan peringatan Harlah NU menjadi kosong, maka dari itu setiap kegiatan Harlah sebisa mungkin akan saya ikuti terlebih lagi di Surabaya yang menjadi ibu kota kelahiran NU. Kegiatan-kegaiatan harus di semarakkan,” pungkasnya.

 

Tidak jauh berbeda denga ziarah muassis di Surabaya, PCNU Kabupaten Ponorogo juga melaksanakan kegiatan serupa. Bersama pengurus lembaga dan Badan Otonom (Banom), PCNU Ponorogo mengadakan ziarah muassis NU setempat, Sabtu (28/02/2021).

 

Ziarah dilakukan di makam Kiai Ageng Muhammad Besari. Agenda ini bertujuan untuk mendoakan aulia yang sukses menyebarkan Islam di wilayah Bumi Reog. Selain itu sebagai wujud tawadlu' dan rasa terima kasih atas perjuangan yang sudah dilakukan muassis.

 

KH Fatchul Azis, Ketua PCNU Ponorogo mengatakan, dalam rangka memperingati Harlah ke-98 NU kali ini, pihaknya mengajak semua lembaga dan Banom untuk berziarah di makam Kiai Ageng Muhammad Besari, Tegalsari, Jetis, Ponorogo.

 

"Hanya perwakilan saja dari masing-masing lembaga dan Banom, tidak semuanya. Kita tetap patuh standar protokol kesehatan," katanya.

 

Kiai Azis mengungkap, Mbah Kiai Ageng Muhammad Besari merupakan pendakwah Islam yang sukses di Tlatah Ponorogo dan sekitarnya. "Makanya dalam rangka Harlah yang ke 98 NU ini, PCNU lengkap dengan perwakilan pengurus Banom ziarah ke makam beliau," ungkapnya.

 

 

Ia melanjutkan, langkah yang dilakukan tersebut merupakan bentuk tawadlu' terhadap almarhum Mbah Kiai Ageng Muhammad Besari. "Kita mewakili nahdliyin dan seluruh masyarakat Ponorogo. Semoga PCNU Ponorogo bisa melanjutkan semangat perjuangan dakwah Islam,"tandasnya.

 

Kontributor: Hisam Malik dan Muhammad Zen

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim