Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Peringati Harlah ke-9, MATAN Malang Raya Lakukan Branding Media

Peringati Harlah ke-9, MATAN Malang Raya Lakukan Branding Media
Gus Ahsani F Rahman, Koordinator Malang Raya. (Foto: NOJ/Moch Miftachur Rizki)
Gus Ahsani F Rahman, Koordinator Malang Raya. (Foto: NOJ/Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim

Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (MATAN) tepat pada hari ini telah berusia 9 tahun. Hal ini berdasarkan pada hasil pleno Muktamar XI Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN), Sabtu (14/01/2012) lalu di Bululawang, Malang.

 

Di usia yang sudah tak bisa di anggap remeh ini, Koordinator MATAN Malang Raya, Gus Ahsani F Rahman merefleksikan hari lahir dengan menyampaikan awal mula berdirinya MATAN di Malang kepada media. saat berada di kediaman beliau komplek Pondok Pesantren Al-Ishlahiyah Singosari, Kabupaten Malang.

 

"Sejarah berdirinya MATAN sebenarnya sejak tahun 2009 yang saat itu di gagas oleh almarhum Dr Hamdani Muin. Dr Hamdani adalah salah satu deklarator berdirinya organisasi MATAN ini. Pada saat itu pula beliau mengusulkan organisasi MATAN ini kepada Maulana Habib Luthfi bin Yahya,” katanya, Kamis (14/01/2021).

 

Atas usulan tersebut, kemudian Habib Luthfi menyetujui pendirian MATAN.

 

“Habib luthfi menyetujui bersama beberapa pendiri yang lain, di antaranya Gus Farih dari Malang, Mas Oon dari Cirebon, Gus Ali Akbar dari Sukun, Malang, serta lain sebagainya," ungkap pria yang akrab disapa Gus Sani ini.

 

Gus Sani menambahkan, bahwa fungsi MATAN relatif sama dengan JATMAN, namun hanya berbeda di ruang geraknya saja.

 

"MATAN ini fungsinya hampir sama dengan JATMAN, namun MATAN lebih pada ranah gerak kepemudaan yang tentunya tetap mengutamakan sanad keilmuan. MATAN sendiri resmi di kukuhkan saat Muktamar JATMAN di Al Munariyyah Bululawang Malang pada tahun 2012," ujarnya.

 

Kegiatan MATAN sendiri sangat beragam, mulai dari kegiatan keagamaan sampai sosial.

 

 

"Seperti yang sering dilakukan KH Abdurrahman Yahya, Gading yang sering mengajak dan melibatkan beberapa para mahasiswa untuk mengenal thariqah. Kegiatan tersebut meliputi taman sufi untuk perekrutannya, kemudian bakti sosial, rihlah ilmiyah, dan sebagainya," jelasnya.

 

Menurutnya, MATAN harus hadir di era 4.0 ini untuk merespons digitalisasi.

 

"MATAN perlu tetap hadir di era digitalisasi 4.0. Karena untuk mewadahi apa yang belum ada,” ungkapnya.

 

Gus Sani berharap, kader MATAN bisa meningkatkan branding organisasi agar lebih dikenal masyarakat.

 

"Kami berharap, agar MATAN bisa menata media sosial sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan thariqat kepada masyarakat secara luas,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Moch Miftachur Rizki

Editor: Risma Savhira

 

PWNU Jatim Harlah