Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Peringati Pemberontakan PKI, Ansor Pamekasan Gelar Ziarah dan Ngaji Perjuangan

Peringati Pemberontakan PKI, Ansor Pamekasan Gelar Ziarah dan Ngaji Perjuangan
Ziarah PC GP Ansor Pamekasan di makbarah KH M Djufri Marzuki. (Foto: NOJ/Syarofi)
Ziarah PC GP Ansor Pamekasan di makbarah KH M Djufri Marzuki. (Foto: NOJ/Syarofi)

Pamekasan, NU Online Jatim

Untuk meningkatkan spirit perjuangan, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan melakukan ziarah makbarah. Kegiatan juga diisi ngaji seputar napak tilas perjuangan dan dakwah almaghfurlah KH M Djufri Marzuki yang dipusatkan di Pondok Pesantren Sumber Batu, Blumbungan, Larangan, Rabu (30/9/2020).

 

Ziarah tersebut dihadiri Syafiuddin selaku Ketua PC GP Ansor Pamekasan, puluhan pengurus PC dan Pimpinan Anak Cabang Ansor se-Pamekasan. Tampak pula Khairul Anam selaku Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Pamekasan yang juga dikawal Kepala Satuan Kordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Pamekasan, beserta anggota.

 

“Maksud dan tujuan melakukan ziarah untuk mengenang jasa perjuangan Kiai Djufri yang yang gigih berjuang di NU dan menjadi korban Partai Komunis Indonesia atau PKI,” kata Syafiuddin.

 

Ia menambahkan, kegiatan juga untuk meneningkatkan spirit perjuangan Ansor Pamekasan dalam meningkatkan perjuangan.

 

"Kiai Djufri dikenal sosok ulama yang gigih membesarkan NU. Untuk itu melalui kegiatan ini bisa menumbuhkan spirit perjuangan anak-anak Ansor Pamekasan,” ungkapnya. 

 

Sementara Kiai Muhammad Abrori Chalil selaku pembicara memberikan gambaran terkait sosok Kiai Djufri. Dijelaskan salah seorang cucu almaghfurlah tersebut bahwa kakeknya sosok pejuang yang gigih.

 

“Selain mengajak melalui dakwah, di setiap genting rumah, dinding, dan kuburannya selalu menempelkan lambang NU untuk dikenal masyarakat," tuturnya.

 

Ditambahkannya Kiai Djufri juga meninggalkan jejak sejarah yang sulit dilupakan. Yakni semasa masih hidup berhasil membangun empat sudut dalam hidupnya.

 

“Sudut pertama berhasil membangun tatanan keluarga yang baik. Kedua membangun pendidikan yang maju, ketiga membesarkan NU, dan keempat berhasil menyebarkan ghirah islamiyah kepada umat," imbuhnya.

 

Disampaikannya, meskipun tidak tercantum sebagai pengurus NU, hingga saat ini darah yang mengalir di keluarga besar Pesantren Sumber Batu adalah NU karena itu warisan dari sesepuh.

 

“Kami berterima kasih kepada Ansor yang telah berkunjung dan berharap silaturahim terus terjalin serta berharap Ansor semakin maju dengan gerakannya," pungkas dia.

 

 

Editor: Syaifullah

PWNU Jatim