Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Perjuangan Ketua IPPNU Malang, Lulus Cepat dan Jadi PNS

Perjuangan Ketua IPPNU Malang, Lulus Cepat dan Jadi PNS
Siti Aisyah Rosadi, Ketua PC IPPNU Kota Malang. (Foto: NOJ/Hilyatul M)
Siti Aisyah Rosadi, Ketua PC IPPNU Kota Malang. (Foto: NOJ/Hilyatul M)

Malang, NU Online Jatim

Siti Aisyah Rosadi, demikian nama lengkap kader Nahdlatul Ulama (NU) asal Kota Malang inspiratif ini. Rosa, panggilan akrabnya hingga kini menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Malang.

 

Perempuan kelahiran Malang, 19 Juli 1996 tersebut aktif di organisasi NU sejak dirinya berumur 14 tahun. Rosa menceritakan bahwa sepak terjangnya di IPPNU tidak luput dari dukungan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) tempat dirinya menempuh pendidikan dasar.

 

Lalu keaktifannya berlanjut sampai belajar di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga menempuh pendidikan sarjana di Universitas Negeri Malang (UM).

 

“Beliau (guru MI) aktivis di Fatayat NU, sedangkan keponakannya saat itu Ketua IPPNU di Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Saat itu guru saya bilang ke keponakannya untuk mengajak saya aktif di IPPNU. Sejak itulah saya mengikuti beberapa kegiatan pengkaderan,” terangnya.

 

Saat kuliah, Rosa aktif di Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU UM mulai awal pendirian tahun 2016 dan menjadi Ketua IPPNU UM periode kedua dari tahun 2017 hingga 2018.

 

Ia banyak memiliki pengalaman organisasi di NU, di antaranya Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan  Blimbing selama 3 periode, PC IPPNU Kota Malang 4 periode dan saat ini, aktif pula di Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Jawa Timur.

 

Rosa yang saat ini berprofesi sebagai guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMKN 5 Malang, mengisahkan bahwa apa yang dicapai, merupakan berkah dari mengabdi di NU.

 

Saat masih di SMK diajak senior IPPNU yang sudah kuliah untuk mengikuti olimpiade PPKn tingkat nasional di UM yang kebetulan salah satu panitia. Juga mendapat juara harapan 2 yang sertifikat itu digunakan untuk mendaftar kuliah melalui jalur undangan (SNMPTN). Juga dibarengi sertifikat lomba lain yang diikuti dan surat keterangan aktif berorganisasi dari PC IPPNU Kota Malang.

 

“Alhamdulillah bisa lolos SNMPTN di universitas dan program studi yang saya inginkan,” akunya.

 

Santri di Pondok Pesantren I'anatut Tholibin Malang ini mempunyai kisah inspiratif tentang perjuangan yang dilalui. Di sela kesibukannya sebagai aktivis, dapat menyelesaikan kewajiban kuliah dalam waktu tujuh semester.

 

“Saya masuk kuliah tahun 2015 dan lulus Desember 2018 (7 semester) saat itu sengaja kuliah cepat lulus agar dapat segera bekerja untuk membantu perekonomian keluarga,” kisahnya.

 

Rosa mengatakan bahwa usaha, doa, dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk hal-hal yang baik dan positif adalah kunci menuju kesuksesan.

 

“Orang tua selalu memotivasi untuk senantiasa mencari ilmu dan pengalaman di luar sebanyak-banyaknya selagi muda. Kumpulkan tugas tepat waktu dan kerjakan dengan baik, Hindari bolos kuliah agar bisa mengambil SKS maksimal pada semester berikutnya dan bisa mengambil skripsi di semester 7,” katanya.

 

Penyuka renang tersebut juga merupakan guru yang telah menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dengan berbagai proses dan cerita yang panjang, dirinya mengaku bahwa untuk mencapai sebuah impian memang dibutuhkan usaha yang keras dan doa tentunya.

 

Dijelaskan bahwa awal 2019 pernah mengajar di MTs swasta dengan gaji Rp265.000,- selama satu semester.  Kemudian awal semester genap tahun 2019 pindah mengajar ke SMPN 22 Malang. Sekitar bulan September 2019 daftar PNS.

 

Dia mengikuti proses panjangnya mulai seleksi administrasi, tes SKD, tes SKB dan pemberkasan hingga lolos dan menerima SK CPNS. "Tentunya diiringi usaha yang totalitas dan doa,” terangnya.

 

Dalam urusan manajemen waktu, Rosa mengisahkan bahwa dirinya senantiasa berupaya untuk melakukan hal-hal positif dan membuat skala prioritas kegiatan.

 

Di akhir ceritanya, ia berharap dari IPPNU kelak akan lahir pemimpin bangsa. Bahwa kader NU merupakan generasi emas Indonesia yang telah bermodalkan ilmu dan pengalaman di dunia pendidikan dan organisasi. 

 

"Teruslah semangat mengejar mimpi, jangan pernah patah semangat. Iringilah setiap mimpi dengan usaha dan doa. Senantiasa berupaya melakukan hal yang positif dalam hidup agar Allah meridlai langkah kita,” pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim