Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Perkuat Ideologi, Aswaja Center Sidoarjo Turba ke MWCNU

Perkuat Ideologi, Aswaja Center Sidoarjo Turba ke MWCNU
PC Awsaja Center Sidoarjo saat turba ke MWCNU Sukodono, Senin (05/ 10) malam. (Foto : NOJ/ Yuli Riyanto).
PC Awsaja Center Sidoarjo saat turba ke MWCNU Sukodono, Senin (05/ 10) malam. (Foto : NOJ/ Yuli Riyanto).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pada era revolusi industri 4.0 saat ini, penguatan Ahlussunah wal Jama’ah (Aswaja) Nahdlatul Ulama (NU) perlu digelorakan, baik dari sisi keilmuan maupun penyebarannya. Karena ideologi Aswaja an-Nahdliyah merupakan prinsip utama dalam tubuh NU yang harus dipegang teguh pada semua tingkatan.

 

Hal itulah yang mendasari Pimpinan Cabang (PC) Aswaja Center Sidoarjo untuk turun ke bawah (turba) menyapa seluruh Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

 

Kini tiba waktunya MWCNU Sukodono yang dikunjungi oleh jajaran PC Aswaja Center Sidoarjo, acara dipusatkan di aula kantor MWCNU Sukodono, Senin (05/ 10) malam. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus MWCNU, para ketua ranting NU, dan ketua Badan otonom (Banom) se-Kecamatan Sukodono, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

 

Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Sukodono, H Ismail Fahmi menyampaikan pentingnya untuk mendata aset yang dimiliki oleh NU di kawasannya, serta rencana pembentukan Aswaja Center MWC Sukodono.

 

“Harapannya MWCNU juga akan membentuk MWC Aswaja Center Sukodono, sehingga setiap ada kegiatan keaswajaan yang bergerak adalah Aswaja Center. Baik di sekolah maupun di ranting-ranting. Mudah-mudahan pada malam hari ini ada pencerahan dari PC Aswaja Center Sidoarjo terkait ke-NU an,” katanya.

 

Sementara itu, Direktur PC Aswaja Center Sidoarjo, KH Sholeh Qosim memaparkan motto dan visi-misi Aswaja Center. “Aswaja Center punya motto memahami, mengamalkan, dan mendakwahkan  Ahlussunah wal Jama’ah melanjutkan ajarannya mbah Hasyim Asy’ari yang penekanannya pada ahlakul karimah,” paparnya.

 

Dengan visi terwujudnya wawasan keislaman aswaja sesuai dengan keberagaman baginda Rasul bersama para sahabat. Serta memiliki misi mengaktualisasi pemahaman umat tentang keislaman Ahlussunah wal Jama’ah versi NU.

 

“Meningkatkan pemahaman, penghayatan, pengamalan islam Ahlussunah wal jama’ah NU dalam bentuk perilaku umat dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun masa pandemi Covid-19, perilaku umat NU dengan segala aktifitasnya jangan sampai hilang,” tutur Kiai Sholeh.

 

Lebih lanjut, wakil ketua Pengurus Pusat (PP) Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pimpinan Besar NU (PBNU) tersebut menjelaskan program-program  yang dimiliki oleh Aswaja Center Sidoarjo. Yang pertama, yakni program Usaha sosialisasi Ahlussunah wal Jama’ah (Uswah) diantaranya melalui kegiatan lailatul ijtima’.

 

“Yang isinya shalat-shalat, istighotsah, dan informasi organisasi. Atau kegiatan pengajian umum, khutbah jum’at, media cetak elektronik,” jelasnya.

 

Program kedua adalah Bimbingan dan solusi Ahlussunah wal Jama’ah (Biswah) sesuai dengan problematika yang berkembang di masyarakat.

 

“Menjadwalkan bimbingan secara berkala bagi pengurus syuriyah di ranting, contoh di Sidoarjo hari ini sedang terjadi musibah besar, angka perceraian mulai bulan Januari sampai Agustus 2993, ini tugas kita untuk memberikan bimbingan dan solusi,” papar Kiai Sholeh.

 

Adapun program ketiga adalah Dauroh kader Ahlussunah wal Jama’ah (Dakwah), misalnya dengan membacakan  materi qanun asasi oleh pimpinan MWC kepada para pengurusnya.

 

“Tolonglah di kantor ini nanti ada ngaji Ahkamul fuqaha, mungkin bisa dua minggu sekali, barangkali tidak ada di Safinatun najah dan Sullam taufik,” terangnya.

 

Program yang keempat adalah Kiswah atau kajian Aswaja, sedangkan yang terakhir adalah program Maktabah Ahlussunah wal Jama’ah (Makwah) dengan menyiapkan buku-buku (referensi).

 

Sekretaris Aswaja Center Sidoarjo, Gus Arisy Karomi menambahkan bahwa syuriyah sebagai pimpinan tertinggi di jam’iyah perlu diperkuat dengan ketrampilan manajemen organisasi.

 

“Syuriyah sebagai pimpinan tertinggi di jam’iyyah kita perlu diperkuat tidak hanya dari sisi project keagamaan tapi juga ketrampilan manajemen organisasi,” tegas Wakil Katib PCNU Sidoarjo tersebut.

 

Diakhir acara, KH Sholeh Qosim menyerahkan cendera mata berupa poster silsilah kelimuan Aswaja NU yang dibingkai pigora besar serta buku dan kitab Aswaja kepada ketua MWCNU Sukodono.

 

Saat ditemui NU Online Jatim usai acara, KH Sholeh Qosim mengutarakan tujuan kehadiran Aswaja Center Sidoarjo di MWCNU Sukodono untuk sosialisasi program Aswaja Center Sidoarjo.

 

“Malam ini kami di MWCNU Sukodono, dalam rangka sosialisasi program Aswaja Center Sidoarjo, terutama sosialisasi sanad kelimuan ahlussunah wal Jama’ah an-Nahdliyah dengan buku-buku dan kitab-kitabnya. Walaupun waktunya terbatas, singkat tetapi peserta terlihat antusias, semoga bermanfaat,” tandasnya.

 

Dirinya memberikan apresiasi kepada MWCNU Sukodono dan berharap di MWCNU tersebut kedepan agar direkomendasikan untuk didirikan Aswaja Center sampai di tingkat ranting.

 

“Kemudian ada pelatihan-pelatihan tentang Aswaja Center, pelatihan shalat bersanad, pelatihan istighotsah bersanad, dan pelatihan lainnya. Terimakasih MWCNU Sukodono, kami telah disambut baik,” tutupnya.

 

Tampak hadir ikut dalam rombongan, pengurus Aswaja Center Sidoarjo, Ketua dan pengurus PC ISNU, NU Care-LAZISNU Kabupaten Sidoarjo, PC LDNU, PC LTNNU, dan PC LTMNU.

 

 

Editor : Romza

PWNU Jatim