Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pertahankan Maulid Nabi, Teladani Akhlak Rasulullah

Pertahankan Maulid Nabi, Teladani Akhlak Rasulullah
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan MWCNU Kota Pamekasan, Kamis (05/11/2020) malam. (Foto: NOJ/ Syarofi).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan MWCNU Kota Pamekasan, Kamis (05/11/2020) malam. (Foto: NOJ/ Syarofi).

Pamekasan, NU Online Jatim

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hingga kini memang masih ramai dirayakan. Tradisi ini memang seharusnya dipertahankan oleh setiap generasi di setiap zaman. Hal ini sebagai wujud penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Serta untuk mengingatkan umat Islam supaya selalu meneladani akhlak Rasulullah.

 

Ulasan tersebut disampaikan Moh Subhan, Sekertaris PCNU Pamekasan saat Peringatan Maulid Nabi yang digelar Bada Otonom (Banom) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pamekasan di balai kota setempat, Kamis (05/11/2020) malam.

 

"Maulidan ini harus terus dipertahankan. Jika NU dan kita semua tidak mempertahankan maulid, jangan salahkan genersi mendatang apabila tidak mengenal sang baginda (Rasulullah, red)," kata Subhan.

 

Menurutnya, sudah banyak generasi muda yang mulai menyukai budaya eropa daripada budaya Islam.  "Di kalangan pelajar saja, kini banyak pelajar yang menyapa gurunya di sekolah dengan sapaan hai bukan dengan ucapan salam," ungkapnya Subhan.

 

Melalui maulidan, Direktur NU Online Pamekasan itu berharap kaum muda bisa tersentuh untuk mengenal serta meneladani  akhlak Rasulullah. "Untuk itu, melalui maulidan kaum Nahdliyin harus mengajak kaum muda secara umum agar bisa meneladani akhlak nabi," lanjutnya.

 

Subhan juga mengingatkan bahwa ciri khas warga NU diantaranya sedikit bicara dan banyak dzikir. "Kiai Hasyim Asy'ari itu sedikit bicara, banyak berdzikir dan shalawat. Makanya hindari pembicaraan yang tidak penting, khususnya di bulan ini," ulasnya.

 

Sementara itu, Ali Wahdi, Ketua Panitia mengatakan, maksud dan tujuan maulid tersebut untuk mempertahankan tradisi nahdliyin di derah Kota Pamekasan. "Agar semua Banom NU dan Forkopimka Kota bisa bersinergi dalam membumikan shalawat," ucap Ketua Ansor PAC Kota Pamekasan tersebut.

 

"Terimakasih atas kehadiran semua masyayikh NU, Forkopimka, semua Banom dan undangan yang telah mensukseskan kegiatan ini. Kami tidak menyangka bisa semeriah ini," imbuhnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, RPA Wazirul Jihad, selaku penceramah mengajak warga agar memperbanyak shalawat. “Jika ingin tentram, perbanyaklah shalawat," tutur ketua Lesbumi Pamekasan tersebut.

 

"Berbanggalah kita menjadi umat Nabi Muhammad. Karena kita tergolong umat pertama yang akan masuk surga daripada selain  umat Nabi Muhammad," tukasnya.

 


 

Hadir dalam kegiatan tersebut K Syarani, Rais Syuriyah MWCNU Pamekasan, Lutfi Sekertaris Camat Kota Pamekasan, Forkopimka Kota Pamekasan, Badrut Tamam Ketua IPNU Pamekasan, Ketua dan ratusan anggota dari semua Banom MWCNU kota Pamekasan. Mulai dari Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU dan IPPNU.

 

Editor: Romza


Editor:
F1 Bank Jatim