Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Pertama di Indonesia, Besok PWNU Jatim Vaksinasi 98 Kiai NU

Pertama di Indonesia, Besok PWNU Jatim Vaksinasi 98 Kiai NU
KH Abdussalam Shohib, Ketua Panitia. (Foto: NOJ/AMTV)
KH Abdussalam Shohib, Ketua Panitia. (Foto: NOJ/AMTV)

Surabaya, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 yang sampai detik ini belum berakhir memang semakin mengkhawatirkan. Virus yang berasal dari Wuhan, China itu menyerang siapa pun tanpa memandang bulu. Di Indonesia sendiri, Pimpinan Pusat (PP) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) mencatat sebanyak 333 kiai wafat selama pandemi Covid-19.

 

Melihat hal tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tidak tinggal diam. Menjelang Hari Lahir (Harlah) ke-98 NU ini, PWNU Jawa Timur menggelar vaksinasi Covid-19 untuk 98 kiai NU di Jawa Timur.

 

“Selasa (23/02/2021) PWNU Jawa Timur melaksanakan vaksinasi untuk 98 kiai NU. Ini merupakan yang pertama kali di Indonesia,” kata KH Abdussalam Shohib, Ketua Panitia.

 

Pria yang akrab disapa Gus Salam tersebut menambahkan, bahwa vaksin pertama akan diberikan kepada Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Jawa Timur.

 

“Yang pertama akan divaksin adalah KH Anwar Manshur, Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, kemudian KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur. Dan dilanjutkan dengan kiai-kiai lainnya,” tambahnya.

 

Gus Salam menjelaskan, bahwa vaksinasi kepada kiai ini sangat penting untuk dilakukan. Mengingat para kiai memiliki mobilitas yang tinggi, karena kehadirannya selalu dibutuhkan umat.

 

“Ini adalah upaya kami untuk menjaga para kiai. Kiai sering bertemu dengan masyarakat, sehingga perlu perlindungan ekstra. Jika tidak, maka pelayanan umat akan terganggu,” jelasnya.

 

Selain itu, Gus Salam berharap, vaksinasi kepada 98 kiai NU ini bisa menjadi upaya edukasi masyarakat agar percaya bahwa vaksin Covid-19 aman dan halal.

 

“Vaksinasi yang akan kami gelar membuktikan bahwa vaksin aman dan halal. Jika kiai sudah divaksin, maka akan menimbulkan kepercayaan kepada masyarakat. Maka ketika pemerintah akan melakukan vaksinasi massal, sudah tidak ada penolakan dari masyarakat,” pungkasnya.

PWNU Jatim Harlah