Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pesan Rais Aam PBNU saat Pembukaan Munas-Konbes NU 2021

Pesan Rais Aam PBNU saat Pembukaan Munas-Konbes NU 2021
KH Miftachul Akhyar saat pembukaan Munas-Konbes NU 2021, sabtu (25/09/2021). (Foto; panitia untuk NU Online Jatim).
KH Miftachul Akhyar saat pembukaan Munas-Konbes NU 2021, sabtu (25/09/2021). (Foto; panitia untuk NU Online Jatim).

Surabaya, NU Online Jatim

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melaksanakan pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Hotel Syahid Jaya, Jakarta hari ini, Sabtu (25/09/2021). Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar mengajak untuk mengambil keputusan terbaik guna kemaslahatan bersama.

 

Kiai Miftah mengungkapkan, Munas-Konbes NU dipersiapkan dalam waktu yang panjang. Sebagai upaya untuk membuat keputusan pasti di antaranya tentang jadwal pelaksanaan Muktamar ke-34.

 

"Untuk menyampaikan aspirasi dan juga mengemban amanah dari masing-masing seluruh Pengurus Wilayah (PW) NU. Aspirasi dari struktural NU tidak dapat kita nafikan. Seperti diatur dalam AD/ART yang memiliki hak menentukan keputusan Muktamar NU adalah PW," kata Kiai Miftah saat sambutan.

 

Tidak hanya itu, Munas-Konbes sekaligus sebagai media untuk seluruh pengurus wilayah sebagai komunikasi, serta mengikuti seluruh rangkaian acara.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Kota Surabaya ini menjelaskan, atas dasar tersebut pihaknya meminta menghormati hak utusan PW yang hadir. Berdasarkan yang tertuang dalam AD/ART NU Pasal14 dan Anggran Dasar Pasal 57 dan 58 serta pertimbangan kondisional, meminta Muktamar ke-34 dilaksanakan tahun 2021 ini.

 

"Selambat lambatnya pada Desember 2021. Ini sekaligus harapan dan doa, agar pandemi ini segera berakhir dengan catatan mana kala kondisi sudah memungkinkan," ungkap Kiai Miftah.

 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, ketika ada perkembangan terkait pandemi Covid-19 yang membahayakan keselamatan bersama, pihaknya meminta ridha dan keikhlasan PW menyerahkan keputusan terkait penyelenggaraan Muktamar kepada pengurus pusat.

 

Kiai Miftah menyampaikan bahwa sangat memahami kegilisahan dari PW, Pengurus Cabang (PC) hingga Pengurus Ranting (PR). Namun, semua pihak harus menyadari situasi dan kondisi demi kemaslahatan bersama.

 

"Kita Nahdliyin dan sebagai kader yang siap menghadapi segala macam kondisi. Dunia dan isinya adalah ujian," urainya.

 

 

Kiai Miftah berpesan bahwa manusia diproyeksikan sebagai makhluk akhirat. Siap mengahdapi semua tantangan guna meperoleh khairiyah (kebaikan). Sehingga mengajak bersama-sama untuk terus berjuang menghidupkan bangsa dan agama.

 

"Mari dengan tumakninah, nawaitu berkhidmat dan memohon ridha Allah swt amanah ini kita jalankan dengan sebaik-baiknya," tandas Kiai Miftah.


Editor:
F1 Bank Jatim