Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Pesan Ustadz Ma’ruf Khozin, Saat Pandemi Sebaiknya di Rumah Saja

Pesan Ustadz Ma’ruf Khozin, Saat Pandemi Sebaiknya di Rumah Saja
Ustadz Ma'ruf Khozin menjelaskan tentang Aswaja di salah satu televisi nasional. (Foto: NOJ/FB)
Ustadz Ma'ruf Khozin menjelaskan tentang Aswaja di salah satu televisi nasional. (Foto: NOJ/FB)

Surabaya, NU Online Jatim

Di masa pandemi Corona yang masih melanda, ada baiknya tidak melakukan perjalanan jauh. Tidak hanya menyiksa diri, juga kurang baik untuk kesehatan. Kegiatan ke luar kota boleh dilakukan bila dengan alasan yang dibenarkan.

 

“Kalau bukan karena menjalankan perintah kiai dan mensosialisasikan nama Aswaja Center di televisi nasional, saya tidak akan bersusah-susah berangkat ke Jakarta,” kata Ustadz Ma’aruf Khozin di akun Facebooknya, Jumat (4/9/2020).

 

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jawa Timur tersebut benar-benar merasakan bagaimana tersikasanya ketika berangkat ke ibu kota Jakarta.

 

“Perjalanan saat ada wabah seperti ini sangat ribet bagi saya,” aku alumnus Pesantren Ploso Kediri tersebut.

 

Karena harus melakukan rapid test yang alhamdulillah dinyatakan sehat. Juga harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan yakni memakai banyak pelindung dari mulai masker, face shield, hand sanitizer, bolak-balik cuci tangan di bandara, jaga jarak dan sejenisnya.

 

“Belum lagi harus mengisi riwayat perjalanan di aplikasi android e-HAC yakni health alert card, mengantri lebih lama karena tidak ada self check in. Ditambah lagi tidak tuntasnya dalam bersilaturahim dengan para sahabat,” keluhnya.

 

Karena itu dirinya ingat pesan baginda Nabi Muhammad SAW bahwa perjalanan adalah sebagian dari ketersiksaan. Musafir terhalang dari makan, minum dan tidur (tidak senyaman di rumah). Jika ia telah merampungkan keperluannya maka segeralah pulang ke keluarganya sebagaimana hadits riwayat Bukhari.

 

“Di hadis lain Nabi memang melarang berangkat dan pergi dari daerah yang terjadi penularan wabah, konsekuensinya perjalanan terasa lebih memberatkan,” ungkapnya.

 

"Jika kalian mendengar Tha'un terjadi di suatu daerah maka jangan kamu kunjungi. Jika kamu berada di daerah yang mengalami Tha'un maka jangan keluar dari tempat itu," katanya menyitir hadits riwayat Bukhari.

 

Pandemi Corona mengajarkan tetap di rumah saja karena risikonya sangat berat dan cukup berbahaya.

 

Iklan Hari Santri