Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pesantren Al Jihad Surabaya Gelar Wisuda Hafidz Ketiga

Pesantren Al Jihad Surabaya Gelar Wisuda Hafidz Ketiga
Prosesi wisuda hafidz Pondok Pesnatren AL Jihad Surabaya. (Foto: NOJ/AR)
Prosesi wisuda hafidz Pondok Pesnatren AL Jihad Surabaya. (Foto: NOJ/AR)

Surabaya, NU Online Jatim

Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya, salah satu pesantren yang sebagian besar santrinya adalah mahasiswa. Pondok Pesantren Al Jihad memiliki salah satu program sebagai upaya untuk memelihara dan menjaga kemurnian Al Quran agar tidak terjadi kekeliruan bahkan pemalsuan ayat-ayatnya, yaitu program tahfidz.

 

Setiap hari program tahfidz mengupayakan bimbingan, pengarahan, serta motivasi agar bisa mengejar target hafalan. Banyak sekali keutamaan yang diperoleh ketika seseorang menghafal Al Quran salah satunya ia akan memberikan mahkota kepada orang tuanya kelak di akhirat. Dan juga dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi, 'Pelajarilah Alquran dan bacalah, karena perumpamaan orang mempelajari Alquran  dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya kemudian dia tidur dan dalam dirinya terdapat hafalan Alquran, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik'. Dan masih banyak lagi keutamaan orang yang menghafal Al Quran.

 

Pondok pesantren ini menggelar wisuda yahfidz yang diselenggarakan pada Ahad (07/03/2021) bertempat di Masjid Al Jihad Surabaya. Acara wisuda dihadiri langsung oleh pengasuh pondok pesantren, Pembina Tahfid, dan wali santri wisudawan. Rangkaian acara dimulai dengan pra acara grup shalawat Riqqul Habib, pembacaan hafalan perwakilan santri tahfidz, prosesi wisuda, dan diakhiri dengan mauidzoh hasanah oleh pengasuh pondok pesantren.

 

KH Moch Imam Chambali, Pengasuh Pondok Pesantren Al Jihad menyampaikan terima kasih kepada pembina program tahfidz Ustadz Agus Rosyidi, Ustadzah Mirna, dan Ustadzah Elina karena telah membimbing serta memberikan semangat kepada para santri hingga bisa mengkhatamkan Al Quran 30 juz. Dirinya juga mengingatkan agar para penghafal Al Quran senantiasa menjaga akhlaq.

 

“Siapapun kita, khususnya penghafal Al Quran harus rendah hati, tawadlu, menjaga hati, berprasangka baik kepada semua orang tanpa terkecuali. Siapa sangka orang yang berbuat buruk derajatnya lebih tinggi dari kita yang merasa baik”, katanya.

 

KH Moch Imam Chambali kembali berpesan agar jangan merasa lebih baik dengan mengutip perkataan Syaikh Imam Ghazali.

 

“Kalau ketemu orang bodoh ketika ia melakukan kesalahan bilang ke hati bahwa ia melakukannya karena kebodohannya, tapi saya melakukan kesalahan dan sadar akan kesalahan tersebut tetap saja melakukannya. Kalau ketemu orang jahat harus mengatakan orang jahat lebih baik dari saya siapa tahu ia taubat dari kejahatannya dan derajatnya lebih tinggi dari saya,” pungkasnya.

 

Terdapat 12 wisudawan, yakni Darul Huda Al Avif, Miftahul Huda Nuruddin, Kamelia Ainul Lutfiyah, Siti Maysaroh, Nur Shofiyah R, Iin Ulansari, Khoiru Nisa', Masihatul Fatilah, Devi Nur Fitriana, Ni'matul Khoiroh, Nurul Afifah, Mawarta Rifqiyah. Kedua belas wisudawan tersebut, telah mengkhatamkan 30 juz.

 

Penulis: Ahmad Rizkiansah Rahman

Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim