Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Pesantren di Sampang Terima Pembinaan Adaptasi Kebiasaan Baru

Pesantren di Sampang Terima Pembinaan Adaptasi Kebiasaan Baru
Kegiatan di pesantren harus juga mematuhi kebiasaan baru. (Foto: NOJ)
Kegiatan di pesantren harus juga mematuhi kebiasaan baru. (Foto: NOJ)

Sampang, NU Online Jatim

Sejumlah pondok pesantren di Sampang mendapatkan pembinaan terkait sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB. Kegiatan diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur bersama Dinkes Sampang didampingi Puskesmas Kedungdung,, Senin (21/11/2020).

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pesantren Miftahut Thullab Gedangan, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung. Sosialisasi AKB diisi oleh dua pemateri, di antaranya Bagian Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Sampang, Siti Hajar Dewantari dan Yuli Tri Suhartiwi.

 

“Hal ini merupakan program Gubernur Jatim untuk menjadikan santri sehat, dalam hal ini gubernur berharap agar para santri tidak terpapar Covid-19,” kata Kabid Promkes Dinkes Sampang, Siti Hajar Dewantari.

 

Dia menjelaskan, sebenarnya program tersebut sudah berlangsung sejak bulan Maret. Pihaknya sudah menerapkan AKB di beberapa kecamatan di Kabupaten Sampang. Yakni Sreseh, Jrengik, dan Kecamatan lainnya.

 

Dalam acara ini, pihaknya memaparkan bagaimana cara menanggulangi Covid-19. Salah satunya dengan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru tersebut.

 

Ketua Yayasan Miftahut Thullab, KH Abdul Wahab Zaini Abidin berharap kegiatan bermanfaat bagi semua, khususnya bagi keluarga besar pesantren.

 

Diungkapkannya bahwa Pesantren Gedangan selalu menjaga lingkungan tetap bersih. Setiap pagi dan sore selalu dilakukan pembersihan di lingkungan, baik di dalam tempat santri maupun di halaman luar. Hingga di lingkungan pondok dan madrasah juga tetap selalu dijaga kebersihannya oleh para santri.

 

“Selain itu kamar mandi santri yang juga dibersihkan secara rutin setiap minggu, agar tidak ditempati nyamuk malaria,” katanya.

 

Berkaitan dengan Covid-19, Pesantren Gedangan selalu mengikuti anjuran pemerintah seperti melaksanakan 3 M. Yakni memakai masker, menjaga jarak , dan mencuci tangan.

 

Dalam pelaksanaan imtihan, lanjut dia, Pesantren Miftahut Thullab yang tidak melaksanakan imtihan. Lantaran dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan masa dalam jumlah banyak.

 

“Alhmadilillah pondok kami yang pertama meniadakan imtihan di tahun ini, dan diikuti oleh lembaga lainnya,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kedungdung tersebut juga menyampaikan harapannya kepada pihak Dinkes Jatim dan Dinkes Kabupaten Sampang. Dia berharap untuk diadakan klinik pesantren di pesantren yang diasuhnya tersebut.

 

“Kami pengurus pesantren berharap bisa memiliki tempat pelayanan kesehatan sendiri, namun kami tidak tahu bagaimana cara membukanya. Sehingga kami mohon pentunjuk kepada Dinkes Sampang dan Dinkes Jatim,” tuturnya.

PWNU Jatim Harlah