Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pesantren Diharap Jadi Role Model Disiplin Bermasker

Pesantren Diharap Jadi Role Model Disiplin Bermasker
Pencanagan Gerakan Santri Bermasker di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Selasa (02/03/2021). (Foto: NOJ/ Machan Jazuli).
Pencanagan Gerakan Santri Bermasker di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Selasa (02/03/2021). (Foto: NOJ/ Machan Jazuli).

Malang, NU Online Jatim

Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh mendapat kesempatan dikunjungi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang. Kunjungan ini dalam rangka pencanangan “Gerakan Santri Bermasker" sebagai tindak lanjut instruksi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

 

Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh, Mohammad Bisri MS menyampaikan terima kasih banyak atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Forkopimda.

 

"Terima kasih masker ini bisa mewakili, selain itu, kami mohon juga bisa dipantau teman-teman polisi. Anak-anak ini tidak keluar, insyaallah anak bisa disiplin bermasker," kata Bisri, Selasa, (02/03/2021).

 

Sementara itu, Kapolresta Malang, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini merupakan tindak lanjut dari Gubernur Jatim yang menilai santri sebagai contoh kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan (prokes), salah satunya bermasker.

 

"Kenapa yang dipilih santri atau pondok pesantren? Yang bisa memberi contoh dan teladan adalah para kiai, alim ulama dan santri. Memberikan contoh, dan akan bisa ditiru oleh masyarakat," ujar Leo.

 

Ia menambahkan, hal tersebut penting karena kenyataan di lapangan masih banyak masyarakat yang mengabaikan prokes. Yang sudah memakai maskerpun belum tentu menjadi jaminan untuk kebal terhadap Covid-19.

 

Pihaknya berharap terus menerapkan 5 M, yang mana masyarakat belum banyak yang tahu. Sehingga harapannya pondok pesantren menjadi role model disiplin bermasker seperti yang diyakini oleh Ibu Gubernur dan Forkopimda Jawa Timur. "Berharap kiai dan santri menjadi role model bermasker kepada masyarakat," pungkasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona menuturkan, progam ini selain menindaklanjuti instruksi Forkompimda Jatim juga dalam rangka edukasi.

 

"Memberikan edukasi, bagaimana memakai masker, ada yang memakai tapi tidak sempurna. Setelah makan, tidak dipakai lagi, dan seterusnya," papar Ferdian sapaan akrabnya.

 

Ia menambahkan, diawali dari pondok pesantren karena selain memiliki basis massa yang banyak, juga pengaruh positif kepatuhan masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang lebih patuh terhadap ulama dibandingkan dengan pemerintah.

 

 

"Mungkin dengan atitude displin santri sehingga masyarakat yang tadinya tidak patuh, menjadi disiplin. Ini penting memberikan pengaruh khususnya di lingkungan ponpes dan umumya sekitar pondok," pungkasnya.

 

Penulis: Madchan Jazuli

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim