Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Pimpinan DPRD Ingatkan Jawa Timur Darurat Narkoba

Pimpinan DPRD Ingatkan Jawa Timur Darurat Narkoba
Kepolisian menunjukkan aksi kejahatan karena narkoba. (Foto: NOJ/ASm)
Kepolisian menunjukkan aksi kejahatan karena narkoba. (Foto: NOJ/ASm)

Surabaya, NU Online Jatim

Maraknya peredaran narkoba di Jawa Timur akhirnya mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah. Bagaimana tidak? peredaran narkoba di Jatim sudah mengakar.

 

Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim ini menyebut saat ini provinsi ini berada dalam status daerah darurat narkoba. Dari 34 provinsi se Indonesia, peredaran narkoba di Jatim menempati urutan kedua.

 

“Saya sangat prihatin ya untuk Jawa Timur narkobanya ini nomor dua di antara 34 provinsi. Apalagi kondisi pandemi, ini kan berpengaruh kepada perekonomian. Tentu akan bisa menyebabkan kejahatan sosial termasuk kasus-kasus narkoba,” kata Anik Maslachah, Senin (22/03/2021).

 

Sampai saat ini, menurut Anik, faktor yang dominan seseorang terjerumus narkoba adalah faktor lingkungan serta didikan dari keluarga. Tak hanya itu, Kecenderungan pemakai narkoba juga terjadi pada anak dengan keluarga broken home.

 

 “Kadang kan gini, penyebab dari anak kena narkoba itu faktornya lebih banyak dari komunitas, salah gaul, bahasanya gitu. Nah itu akan bisa terbatasi manakala pengawasan keluarga lebih intens,” jelasnya.

 

Sebab ini, para tokoh di lingkungan masyarakat sangat berperan penting dalam memberantas peredaran narkoba ini. Artinya, menurut Anik, kepedulian masyarakat terhadap penyalahgunaan di lingkungan sekitarnya sangat dibutuhkan.

 

Yang lebih penting, dewan dari fraksi PKB ini juga meminta aparat penegak hukum agar serius dalam menegakkan sanksi terhadap pengguna narkoba dan memberikan hukuman yang berat pada bandar.

 

“Pelaksanaan sanksi harus tegas. Ini akan berpengaruh kepada orang itu jera apa tidak. Karenanya, semua harus bisa melaksanakan sesuai dengan kapasitasnya tadi. Keluarga ya, masyarakat ya, aparat ya, saya pikir itu,” katanya.

 

Di akhir paparan, ia menjelaskan bahwa ketika sanksi tidak ditegakkan, orang akan meremehkan. 

 

"Sehingga harapannya aparat harus lebih intens, dengan sanksi ditegakkan agar ada efek jera,” pungkas dia.

 

F1 Promosi Iklan