Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

PKD PMII STAINU Pacitan, Tekankan Fungsi Jati Diri Aktivis

PKD PMII STAINU Pacitan, Tekankan Fungsi Jati Diri Aktivis
Kegiatan PKD PMII STAINU Pacitan. (Foto: NOJ/RM)
Kegiatan PKD PMII STAINU Pacitan. (Foto: NOJ/RM)

Pacitan, NU Online Jatim

Kondisi Pandemi Covid-19 dan kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah Kabupaten Pacitan tidak menyurutkan semangat aktivis kaum pergerakan. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kabupaten Pacitan yang telah menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) pada Senin (11/01/2021) hingga Kamis (14/01/2021). Kegiatan yang digelar di Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pacitan ini diikuti oleh puluhan Mahasiswa dari berbagai kampus di dalam dan luar Pacitan.

 

Tema yang diangkat pada PKD ke-V ini adalah 'Who Am I?'. Hal tersebut terinspirasi dari tokoh PMII Pacitan yang juga merupakan tokoh ideologis PMII di Pacitan.

 

"Pengambilan tema ini terinspirasi oleh Tokoh PMII Pacitan, yang juga merupakan tokoh ideologis PMII di Pacitan, yaitu Bapak Dani Patriatisna. Yang mana diberbagai forum sering menanyakan tentang fungsi jati diri anggota PMII," kata Al Ahmadi, Ketua Pelaksana PKD ke-V STAINU Pacitan.

 

Dirinya berharap, setelah peserta mengikuti segala rangkaian acara yang ada, peserta dapat menjadi kader penggerak di komisariat asalnya.

 

"Harapannya semua peserta yang hadir di sini ketika pulang dapat menjadi promotor di komisariat masing-masing. Ketika sudah mendapat sebutan 'kader' maka sudah bukan lagi menjadi penggembira melainkan jadi promotor," harapnya.

 

Fiki Arafah, Ketua PK PMII STAINU Pacitan menambahkan bahwa, mahasiswa organisatoris yang terlahir menjadi seorang kader harus seimbang dalam berpikir dan bertindak. Tidak hanya mengedepankan retorika tanpa tindakan. Tidak pula bertindak tanpa berpikir.

 

"Jangan kencang di retorika tapi lemah di eksekusi, jangan pula kencang di eksekusi tapi idiot di retorika, seimbanglah dalam berorganisasi," tegasnya. 

 

Syahri, Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) PMII Pacitan juga berpesan, bahwa seorang aktivis pergerakan dalam kondisi apapun harus tetap bergerak. Dimanapun dan kapanpun harus tetap belajar. Kondisi pandemi yang belum mereda dapat dijadikan motivasi untuk terus berinovasi.

 

"Covid-19 bisa dikatakan membawa berkah dan bisa dikatakan musibah. Berkah karena semakin banyak menuntut kita untuk terus berinovasi. Musibah karena banyak korban yang berjatuhan. Namun, dalam kondisi apapun teruslah bergerak sampai kamu tidak lagi bisa bergerak," ujarnya.

 

 

Penulis: Risalatul Mu'awanah

Editor: Risma Savhira

Bank Jatim (31/7)