Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

PMII di Mojokerto Ajak Kader Jadi Pemimpin Profesional

PMII di Mojokerto Ajak Kader Jadi Pemimpin Profesional
Dialog Kepemimpinan saat PKD yang dilaksanakan PK PMII KH Abdul Chalim Mojokerto, Kamis (24/12/2020). (Foto: NOJ/ Ahmad Rofi).
Dialog Kepemimpinan saat PKD yang dilaksanakan PK PMII KH Abdul Chalim Mojokerto, Kamis (24/12/2020). (Foto: NOJ/ Ahmad Rofi).

Mojokerto, NU Online Jatim

Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) KH Abdul Chalim Mojokerto menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Graha Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari mulai Kamis hingga Ahad (24-27/12/2020).

 

PKD merupakan kaderisasi formal kedua di PMII. Dimana para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut akan diakui sebagai anggota yang siap menjadi pemimpin PMII.

 

Kegiatan ini mengusung tema "Menanamkan Jiwa Kepemimpinan Serta Aktualisasi Potensi Kader Menuju Profesionalitas Organisasi". Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan Dialog Kepemimpinan dengan harapan para kader mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sehingga mampu menjadi problem solver bukan trouble maker.

 

"Aktivitas berorganisasi dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan potensi diri serta mengembangkan cara berpikir kritis dan kualitas pribadi sebagai mahasiswa," kata Muhammad Arifin, Ketua Komisariat PMII KH Abdul Chalim Mojokerto.

 

Sementara Ketua Panitia PKD, Prasetyo Surya menuturkan, kaderisasi memang penting bagi organisasi. Namun dalam situasi Pandemi Covid-19 tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan. Sehingga peserta diwajibkan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak selama kegiatan.

 

"Itu bagian dari ikhtiar kami untuk mensukseskan acara. Kami taat, kami sehat itu harapan kami," ujar Surya.

 

 

Sementara moderator Dialog Kepemimpinan, Ahmad Bahrul Ulum menyimpulkan bahwa jiwa kepemimpinan dan aktualisasi potensi harus diimplementasikan dalam 4 indikator. Yaitu keinginan yang kuat, memperbanyak literasi, memiliki kontribusi, serta sifat tulus yang hanya memiliki kepentingan terhadap kesejahteraan masyarakat dan tauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Sehingga hal tersebut diharapkan dihasilkan profesionalitas organisasi yang maksimal," ungkapnya.

 

Editor: Romza

F1 Promosi Iklan