Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ponpes Qomarul Hidayah Trenggalek Laksanakan Vaksinasi Santri

Ponpes Qomarul Hidayah Trenggalek Laksanakan Vaksinasi Santri
Santri Pondok Pesantren Qomarul Hidayah mengikuti vaksinasi tahap kedua, Kamis (02/09/2021). (Foto: NOJ/Marisa)
Santri Pondok Pesantren Qomarul Hidayah mengikuti vaksinasi tahap kedua, Kamis (02/09/2021). (Foto: NOJ/Marisa)

Trenggalek, NU Online Jatim

Pondok Pesantren (Ponpes) Qomarul Hidayah, Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek melaksanakan vaksinasi tahap kedua untuk santri pada Kamis, (02/09/2021). Vaksinasi yang berpusat di halaman Ponpes Qomarul Hidayat ini dimuali sejak pukul 08.00 WIB pagi.

 

Pengasuh Ponpes Qomarul Hidayah, Syaiful Mahbub atau yang biasa dikenal dengan Gus Abub menyatakan, vaksinasi merupakan upaya menghadapi Covid-19.

 

“Dengan vaksin, tingkat kekebalan atau metabolisme tubuh akan lebih tinggi, maka untuk terpapar virus pun akan minim,” ujar Gus Abub.

 

Adapun di Pondok Pesantren Qomarul Hidayah ini pembelajaran tatap muka bebarapa kali telah diberlakukan. Sementara sebagian besar Pengajar dan Stafnya adalah dari luar pondok.

 

"Jadi, selain memang anjuran pemerintah untuk melakukan vaksinasi juga karena memang interaksinya santri dan penghuni pondok lebih banyak dari luar," tambahnya.

 

Pantauan NU Online Jatim di lokasi, vaksinasi dilakukan dengan tertib. Protokol kesehatan (Prokes) juga diterapkan. Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri dan Salpol-PP, guru dan puluhan relawan bekerja sama dengan baik dan memberikan pendampingan kepada santri yang divaksin.

 

Antusiasme dari santri dan dukungan dari para wali santri merupakan salah satu faktor yang mensukseskan pelaksanaan vaksinasi ini. Terdapat kurang lebih 500 santri yang sudah melaksanakan vaksinasi.

 

Sebelum melaksanakan vaksinasi, pihak pesantren senantiasa meminta izin dan memberi wawasan kepada wali santri guna kesediaan atas anaknya untuk divaksin. Namun ada juga penolakan yang diterima dari wali santri. 

 

"Kami tanya alasan - alasan tidak mau divaksin itu kenapa, ternyata karena termakan hoaks, jadi tidak mau anaknya divaksin. Padahal sebenarnya vaksin ini sudah sejak bayi dilakukan, hanya saja saat ini namanya vaksin Covid bukan imunisasi. Ada juga yang belum divaksin itu karena memang tubuhnya tidak siap menerima vaksin atau adanya penyakit bawaan," kata Gus Abub.

 

 

Dari pelaksanaan vaksinasi yang sudah pada tahap dua ini, Gus Abub berharap Covid-19 segera berakhir sehingga pelaksanaan pembelajaran tatap muka serta kegiatan kemasyarakatan bisa terlaksana kembali.

 

Editor: Romza


Editor:
F1 Bank Jatim Syariah (6/12)