Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

PPKM Mikro di Jawa Timur Diperpanjang, Khofifah: Jangan Lengah

PPKM Mikro di Jawa Timur Diperpanjang, Khofifah: Jangan Lengah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: NOJ/Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: NOJ/Humas Pemprov Jatim)

Surabaya, NU Online Jatim

Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro mulai Selasa ini (09/03/2021) hingga 22 Maret. Untuk memaksimalkan upaya menurunkan angka kasus COVID-19, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak lengah.

 

Perpanjangan PPKM itu dikeluarkan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 5 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran COVID-2019.

 

"Kita terus melakukan evaluasi  pelaksanaan PPKM Mikro baik tahap pertama maupun kedua. Dari data yang ada kami melihat bahwa terdapat banyak hasil yang menggembirakan dari berbagai Indikator Epidemiologis," katanya dalam keterangan tertulis diterima NU Online Jatim.

 

Ketua Umum Muslimat NU itu menjelaskan, PPKM mikro yang telah dilaksanakan telah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap penurunan penyebaran COVID-19 di Jatim. Buktinya, pada awal Januari terdapat delapan zona merah. Setelah PPKM, saat ini di Jatim sudah tidak terdapat zona merah lagi. Bahkan, 16 kabupaten/kota di Jatim atau sekitar 42 persen sudah masuk di zona kuning.

 

"Karenanya, sesuai Inmendagri No. 5 Tahun 2021, maka PPKM Mikro akan dilanjutkan di Jatim. Tentunya, dengan semakin mengoptimalkan pelaksanaannya, agar semua daerah di Jatim bisa masuk zona kuning bahkan hijau," tandas Khofifah.

 

Selain itu, lanjut Khofifah, hasil signifikan juga tampak pada penurunan jumlah pasien COVID-19 yang harus dirawat di Ruang Isolasi Biasa maupun ICU.  Selama PPKM tahap 1 dan 2, dan PPKM Mikro tahap 1 dan 2, BOR Isolasi biasa di Jatim telah berhasil turun dari 79% menjadi 35%. BOR ICU juga telah berhasil turun dari 72% menjadi 52%. Artinya, keterisian rumah sakit di Jawa Timur sudah sesuai syarat dari WHO yakni dibawah 60%.

 

"Ini artinya bahwa PPKM Mikro betul-betul memberikan dampak yang luar biasa terhadap penurunan kasus Covid-19 di Jatim. Maka dukungan dari semua pihak baik TNI/Polri dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan PPKM Mikro tahap ketiga ini, agar hasilnya bisa makin maksimal," tandas Khofifah

 

Kendati begitu, Khofifah meminta kepada beberapa kepala daerah yang mampu menekan laju penyebaran COVID-19 di daerahnya untuk memberikan rekomendasi strategis. Harapannya agar strategi tersebut dapat diadaptasi oleh daerah-daerah lainnya.

 

"Kami mohon untuk para wali kota dan bupati bisa menjelaskan upaya strategis yang telah dilakukan sehingga dapat diadopsi di Kota dan Kabupaten lain. Ini penting, sebagai rekomendasi untuk upaya optimalisasi pelaksanaan PPKM Mikro tahap selanjutnya di Jatim," pungkasnya.

 

Editor: Nur Faishal

Iklan promosi NU Online Jatim