Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Pramuka di Pesantren untuk Mengasah Kompetensi Santri

Pramuka di Pesantren untuk Mengasah Kompetensi Santri
Salah satu kegiatan pramuka santri di Pondok Pesantren Darul Ihsan Pekamban Daya Pragaan, Sumenep. (Foto : NOJ/ Firdausi).
Salah satu kegiatan pramuka santri di Pondok Pesantren Darul Ihsan Pekamban Daya Pragaan, Sumenep. (Foto : NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Pramuka yang merupakan kegiatan ekstra kurikulum di madrasah mampu mengasah mental, fisik, psikis, jiwa sosial, dan cinta tanah air terhadap generasi muda NU.

 

Penegasan ini disampaikan oleh K. M. Helmi yang menyatakan bahwa seluruh santri di Pondok Pesantren Darul Ihsan Pekamban Daya harus mengikuti ujian atau Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang wajib dimiliki oleh masing-masing santri baik di tingkat Penggalang dan Penegak.

 

Pengasuh pesantren tersebut menegaskan bahwa SKU merupakan alat pendidikan, rangsangan dan dorongan bagi para santri untuk memperoleh kecakapan agar mencapai kemajuan secara mandiri dan memenuhi persyaratan sebagai anggota gerakan Pramuka di Gugus Depan 103.65/66 pesantren Darul Ihsan.

 

"Kami berharap di acara perkemahan ini para peserta bisa menimba ilmu ke-Pramukaan kepada para pembina agar kelak menjadi orang yang berguna bagi agama dan negara," pintanya, Jum'at (2/10).

 

Di kesempatan yang berbeda Affan Ajmali menjelaskan bahwa setiap tingkatan memiliki ragam jenis. Bagi tingkat Siaga akan melewati siaga Mula, Bantu, dan Tata. Tingkat Penggalang akan melewati tingkat Ramu, Rakit, dan Terap. Untuk Penegak melewati tingkat Bantara dan Laksana. Sedangkan Pandega hanya satu tingkatan saja.

 

Ketua Gudep 102.65/66 tersebut mengutarakan bahwa yang menguji SKU tingkat Penggalang dan Penegak adalah pembina. Selain menguji para pembina juga memberi motivasi dan dorongan agar para santri lebih bijaksana dalam menghadapi semua permasalahan terutama bisa memfilter isu dan propaganda yang ingin memecah belah ukhuwah.

 

"Peserta akan diuji perorangan. Jika mata ujian dilakukan secara berkelompok seperti baris berbaris, maka tetap dijalankan secara individu. Tujuannya agar kami bisa mendoktrin secara luas," terangnya.

 

Selanjutnya, mata ujian ditentukan oleh peserta atau tidak dilakukan secara berurutan. Tetapi dilaksanakan dalam bentuk praktek.

 

"Setelah dinyatakan lulus maka peserta akan meminta paraf kepada para pembina sebagai bukti bahwa dinyatakan lulus dari ujian," imbuhnya.

 

Pada saat yang sama K. Abd Halim yang didaulat sebagai koordinator acara menyampaikan kepada seluruh peserta untuk mengikuti ujian SKU secara sungguh-sungguh.  

 

"Yang masih tingkat Ramu, Rakit, Terap, Bantara, dan Laksana harus lulus agar regenerasi terus berjalan dan melahirkan pembina baru," harapnya.

 

Acara dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 1-2 Oktober 2020 dan diikuti ratusan peserta baik di tingkat Penggalang dan Penegak.

 

Editor : Romza

PWNU Jatim Harlah