Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Produk AMDK Pesantren Al Hidayah Ngawi Tetap Bertahan di Tengah Pandemi

Produk AMDK Pesantren Al Hidayah Ngawi Tetap Bertahan di Tengah Pandemi
Proses pengemasan AMDK Almiya. (Foto: NOJ/opopjatim)
Proses pengemasan AMDK Almiya. (Foto: NOJ/opopjatim)

Ngawi, NU Online Jatim

Air merupakan kebutuhan primer setiap manusia. Hampir seluruh kegiatan manusia tidak lepas dari air. Pondok Pesantren Al Hidayah Ngawi melihat hal tersebut sebagai potensi bisnis dengan memproduksi Air Minum dalam Kemasan (AMDK).

 

Dengan bisnis ini, pesantren yang terletak di Kecamatan Kendal tersebut mengajarkan santri agar terampil di dunia usaha.

 

Nyai Endah Khoirul Anam, Pengasuh Pesantren Al Hidayah Ngawi mengatakan untuk memperkuat ekonomi pesantren maka diperlukan adanya Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) yang menampung beragam unit usaha.

 

“Salah satu produk unggulan pesantren kami adalah AMDK merk Almiyah,” katanya, Sabtu (22/05/2021).

 

Produksi AMDK ini bisa mencapai 2500 cup/hari. Sementara untuk strategi pemasaran, Pesantren Al Hidayah memanfaatkan jaringan santri, walisantri, alumni, serta berbagai kolega pesantren.

 

“Pengasuh pesantren bergerak di bermacam-macam bidang, seperti sosial, ekonomi, pendidikan, dan politik. Oleh karena itu, kami memiliki kolega yang sangat banyak. Selain itu kami juga akan menembus instansi pemerintah, khususnya pemerintah daerah untuk bekerja sama,” jelasnya.

 

Kendati di tengah pandemi Covid-19, omzet usaha AMDK milik pesantren ini cukup tinggi.

 

“Setiap bulan kami berhasil menjual sampai 7 ribu kardus AMDK dengan omzet mencapai 119 juta rupiah. Alhamdulillah kami bisa bertahan, dan usai pandemi Insyaallah bisa meningkat,” terangnya.

 

Nyai Endah juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur jatim, Khofifah Indar Parawansa atas atensinya terhadap perekonomian pesantren.

 

“Kami berterima kasih dengan program yang dibuat oleh Gubernur Jawa Timur. Kami berharap kedepannya pesantren memiliki ketahanan ekonomi yang kuat,” pungkasnya.

Bank Jatim (31/7)