Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Progres NU Trenggalek Disampaikan pada Momen Turba

Progres NU Trenggalek Disampaikan pada Momen Turba
Ketua PCNU Trenggalek, KH M Fatchulloh Sholeh. (Foto: NOJ/MK).
Ketua PCNU Trenggalek, KH M Fatchulloh Sholeh. (Foto: NOJ/MK).

Trenggalek, NU Online Jatim

Turba atau Turun ke Bawah yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sampai pada putaran kelima hari ini, Sabtu (12/06/2021). Kegiatan dipusatkan di aula Kantor Pengurus Nahdlatul Ulama (PCNU) Tulungagung, Desa Gedangsewu, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung.

 

Pada kesempatan ini, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, KH Ahmad Reza Zahid atau Gus Reza menyampaikan program yang diusung PWNU Jatim yang disebut Panca Gerakan. Di antaranya, gerakan pengkaderan dan pendataan anggota, pendidikan berkualitas, kemandirian ekonomi, kesehatan, dan literasi dakwah digital.

 

Menanggapi hal tersebut, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Trenggalek menyampaikan, dari sejumlah sektor tersebut PCNU Kabupaten Trenggalek sudah berjalan dengan baik.

 

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris PCNU kabupaten Trenggalek, H Moh Nashron saat penyampaian laporan perkembangan PCNU Kabupaten Trenggalek.

 

Ketua PCNU Trenggalek, KH M Fatchulloh Sholeh menambahkan, beberapa program tersebut sudah bergerak masif, seperti pembelian tanah wakaf oleh PCNU Trenggalek.

 

Menurut Gus Loh, sapaan akrabnya, tanah seluas 7.882 meter tersebut terletak di Kecamatan Karangan, yang dibeli seharga Rp2.220.000.000.

 

"Rencananya tanah wakaf tersebut akan dimanfaatkan sebagai NU Center, Klinik Kesehatan atau Rumah Sakit Nahdlatul ulama (RSNU), Perguruan Tinggi NU (PTNU), dan pusat pengkaderan NU," ujar Gus Loh.

 

Gus Loh menambahkan, pendirian NU Center, RSNU, dan PTNU merupakan hal yang penting. Bahkan, di atas tanah tersebut pihaknya berencana mendirikan pesantren salaf berbasis modern.

 

“Atau pesantren tradisional namun tetap mengikuti perkembangan zaman,” tuturnya.

 

Mengingat, era society 5.0 ini adalah zaman yang penuh dengan inovasi atau zaman  yang bersinggungan dengan perubahan. Baik sosial maupun digital. 

 

“Maka, kami sangat mengharap dukungan PWNU Jatim, semoga ini bisa segera terlaksana," tandasnya.

 

Editor: A Habiburrahman

Bank Jatim (31/7)