Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

PWNU Jatim Dorong NU di Madura Tingkatkan Dakwah Digital

PWNU Jatim Dorong NU di Madura Tingkatkan Dakwah Digital
KH Abdussalam Shohib (paling kanan) saat menyampaikan arahan saat Turba PWNU Jatim di Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi).
KH Abdussalam Shohib (paling kanan) saat menyampaikan arahan saat Turba PWNU Jatim di Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar Turba ke 18 titik yang dikemas dalam sembilan putaran. Kabupaten Sampang dan Sumenep mengawali putaran pertama, yang nantinya akan berlanjut hingga tanggal 21 Juni 2021 dengan titik terakhir di Banyuwangi.

 

Turba di Sumenep dipusatkan di auditorium Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura, Sabtu (29/5/2021), dan disiarkan secara langsung di laman youtube TVNU Sumenep. Turba tersebut diikuti empat PCNU, meliputi PCNU setempat, Pamekasan, Kangean, dan Masalembu.

 

Hadir dalam kesempatan itu KH Syafruddin Syarif Katib Syuriyah PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib Wakil Ketua PWNU Jatim, beserta rombongan lainnya.


KH Abdussalam Shohib mengutarakan, tujuan utama Turba adalah konsolidasi dan menyampaikan persepsi organisasi agar satu visi dalam gerakan, utamanya menjelang An-Nahdlah At-Tsaniyah.


"Kami memang sengaja mengambil momentum menjelang An-Nahdlah At-Tsaniyah, sebagai pemantik untuk semangat bersama dalam menjalankan sejumlah program nyata dalam menyapa warga," ucap Gus Salam, sapaan akrabnya.


Di antara rentetan acara Turba ialah penyampaian laporan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) terkait progres dan kendala dari berbagai program kerja yang sudah dijalankan. Laporan tersebut akan diinventarisir dan analisa untuk dicarikan solusinya.


"Seperti yang disampaikan oleh PCNU Sumenep tentang rencana pembangunan Rumah Sakit NU yang saat ini sudah memiliki lahan di Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan. Kami akan akan bantu dari awal, mulai dari studi kelayakan, hingga rekrutmen SDM dan lainnya. Contoh lainnya di Pamekasan, kami akan membantu proses perizinan usaha Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) yang disebut sulit dalam perizinannya," terangnya.


Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang tersebut juga menegaskan, bahwa PWNU juga mendorong pengurus NU di masing-masing tingkatan dan pondok pesantren yang berafiliasi dengan NU, untuk terus meningkatkan literasi dakwah digital.


“Kami datang ke sini membawa tim media PWNU Jatim, seperti NU Online Jatim, Aula Media TV, dan TV9. Mereka akan membantu kebutuhan Lembaga Ta'lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) dan akan menjadikan PCNU sebagai biro dalam mensyiarkan ajaran Islam Ahlusunnah wal Jamaah di dunia digital," ungkap putera bungsu KH Moh Shohib Bisyri.


Menurut Gus Salam, untuk Kabupaten Sumenep sudah mendekati ideal. Sebagaimana dalam penyampaian program laporan, bahwa PCNU Sumenep sudah memiliki media dakwah, baik website, youtube, radio, dan buletin.


"Kami berharap, akselerasinya dipercepat demi meningkatkan kualitas dan kuantitas dakwah di media," harap Alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri ini.


Gus Salam pun mengajak kepada nahdliyin untuk mengembangkan diri dan mengikuti perkembangan yang ada. Dengan catatan, tidak terbawa arus hal yang negatif


"Yang paling prinsip adalah pengurus harus menyapa warga untuk menyampaikan cita-cita muassis. Karena ruh NU terletak pada MWCNU dan Ranting NU," pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman

F1 Bank Jatim  Syariah 17/9