Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ra Mamak Ajak Mahasiswi Instika Teladani Kepemimpinan Gus Dur

Ra Mamak Ajak Mahasiswi Instika Teladani Kepemimpinan Gus Dur
Ra Mamak menerima sertifikat dari mahasiswi Instika dalam pelatihan kepemimpinan di Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Ahad (21/03/2021). Foto: NOJ/F)
Ra Mamak menerima sertifikat dari mahasiswi Instika dalam pelatihan kepemimpinan di Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Ahad (21/03/2021). Foto: NOJ/F)

Sumenep, NU Online Jatim

Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya bergerak di bidang diniyah dan ijtima’iyah, tetapi juga mempersiapkan calon pemimpin demi melanjutkan tongkat estafet organisasi. Atas alasan itulah Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Putri Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk Sumenep periode 2020-2021 menggelar acara Leadership Training di Aula As-Syarwqawi kompleks Ponpes Annuqayah Sumenep, Madura, Ahad (21/03/2021).

 

Bertema 'Perempuan untuk Kesejahteraan di Masa Pandemi dan Pasca Pandemi', hadir sebagai pemateri ialah Pengasuh Ponpes Annuqayah daerah Lubangsa, KH M Shalahuddin A Warits atau akrab disapa Ra Mamak. Mantan Ketua Rabithah Ma'ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Sumenep itu adalah alumnus Al Azhar Kairo, Mesir, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

 

Ra Mamak mengatakan, seorang pemimpin harus siap dilupakan dan siap mengambil risiko apapun. Pemimpin seperti itulah yang akan menorehkan prestasi gemilang dan dikenang oleh sejarah. Ia menyontohkan karakter kepemimpinan seperti itu dengan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

 

"Bagi pemimpin, problem itu solusi. Tapi bagi pimpinan, problem itu adalah rintangan dan halangan," kata kiai muda yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, itu.

 

Ra Mamak membedakan antara pemimpin dengan pimpinan. Pimpinan adalah seorang manager, sementara pemimpin disebut dengan leader. Menurutnya, pimpinan dilekati oleh sebuah jabatan, sementara pemimpin adalah berhubungan dengan mental dan karakter seorang pemimpin.  

 

"Ingat, seorang pemimpin itu punya inisiatif. Pemimpin bisa jadi tidak mengikuti prosedur. Justru akan melampaui prosedur jika itu diyakini lebih baik," ujar Ra Mamak.

 

Dengan demikian, lanjut dia, pemimpin atau leader melakukan segala sesuatu dengan keputusan dan tindakan yang tepat dan benar. Sementara, pimpinan atau manager melakukan dengan benar. Pemimpin itu memiliki visi yang panjang yang berguna bagi umat. Tidak hanya berguna tidak hanya pada saat ini, tetapi untuk masa depan anak cucunya.

 

"Sedangkan pimpinan itu hanya fokus pada profit jangka pendek dan untuk golongan atau kelompoknya sendiri, serta demi keselamatan dirinya sendiri," kata Ra Mamak.

 

Editor: Nur Faishal

Iklan promosi NU Online Jatim