Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Radio NU Sumenep Diharapkan Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Radio NU Sumenep Diharapkan Jadi Perekat Persatuan Bangsa
Tim monitoring KPID Jatim di kantor NUSA FM kompleks gedung PCNU Sumenep, Rabu (24/03/2021). (Foto: NOJ/F)
Tim monitoring KPID Jatim di kantor NUSA FM kompleks gedung PCNU Sumenep, Rabu (24/03/2021). (Foto: NOJ/F)

Sumenep, NU Online Jatim

Nusa FM, radio milik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Madura, kian berkembang. Diharapkan, Nusa FM menjadi perekat jalinan ukhuwah wathaniyah sehingga situasi sosial kondusif.

 

Harapan itu disampaikan tim dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Timur saat melakukan pengawasan di studio Nusa FM kompleks gedung PCNU Sumenep Jalan Trunojoyo 295 Batuan, Rabu (24/03/2021).

 

Di sana, tim monitoring KPID Jatim mengecek perizinan, program siaran, ketersediaan sumber daya manusia, dan iklan komersial yang selama ini disiarkan kepada masyarakat. Di sana tim juga memberikan pengarahan tentang pedoman-pedoman penyiaran yang mesti dipegang oleh Nusa FM.

 

"Tugas kami sebagai pengawas harus menyoroti terkait pelanggaran dan mengevaluasi kelembagaan dan perizinan," kata Ketua Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Jatim, Malik Setiawan.

 

Ia mengatakan, sejatinya radio swasta NU Sumenep harus membangun potensi kelembagaan penyiaran demi menjaga kondusifitas warga yang saat ini kerap terpengaruh pada berita yang belum jelas kebenarannya.

 

Koordinator Bidang Penindakan Pelanggaran Isi Siaran KPID Jatim Immanuel Yosua menambahkan bahwa radio memiliki peran penting bagi penguatan ukhuwah kebangsaan. Hal terpenting, radio Nusa FM harus menjalankan empat peran radio, yaitu hiburan, pendidikan, perekat sosial, dan kontrol sosial.

 

"Ketika Pemerintah Daerah (Pemkab) Sumenep bermasalah, mestinya diwawancarai agar wacananya tidak digoreng oleh beberapa pihak," ujar Immanuel memberikan contoh.

 

Radio, lanjut dia, juga harus meminimalisir isu-isu dan propaganda yang dimainkan oleh beberapa pihak. Radio harus menjadi perekat dan kontrol sosial lewat penyiaran yang bersifat edukatif, positif, dan melokalisir masalah.

 

Untuk diketahui, Radio Nusa FM 95,40Mhz lahir atas amanat Konferensi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep tahun 2005. Bermotto “Berdaya Bersama Umat”, Nusa FM didirikan oleh PT Radio Nusa Bintang Nusantara bekerjasama dengan Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) PCNU Sumenep.

 

Editor: Nur Faishal

F1 Promosi Iklan