Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Ragam Pesan Hari Santri dari Para Kiai dan Tokoh di Ponorogo

Ragam Pesan Hari Santri dari Para Kiai dan Tokoh di Ponorogo
KH Mohammad Sholikan, Rais Syuriyah PCNU Ponorogo. (Foto: NOJ/ Yoga).
KH Mohammad Sholikan, Rais Syuriyah PCNU Ponorogo. (Foto: NOJ/ Yoga).

Ponorogo, NU Online Jatim

Perayaan Hari Santri 2020 di Bumi Reyog Ponorogo berlangsung sederhana namun penuh dengan beragam pesan mendalam untuk istiqomah berkhidmat serta berkontribusi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hari Santri memang seharusnya menjadi momentum untuk menuai hikmah dari berbagai sisi, termasuk dari petuah para kiai dan tokoh.

 

Dari pantauan NU Online Jatim, sejak pukul 07.00 WIB Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) dan lembaga pendidikan dibawah naungan NU tengah mempersiapkan apel hari santri di masing-masing pondoknya, Kamis (22/10/2020).

 

Diantaranya di Pondok Pesantren Nurul Qur'an Pakunden yang merupakan tempat penutupan Kirab 100 Ribu Doa Pager Bumi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Ponorogo. Kemudian di Pondok Pesantren Thoriqul Huda Cekok, Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut, dan Pondok Pesantren lainnya serta lembaga pendidikan NU mulai dari Raudhah Athfal (RA), Muslimat, MI, dan lainnya.

 

Dalam kegiatan apel ini, ada pesan para pimpinan pondok pesantren dan kepala lembaga pendidikan NU. Ada poin penting yang senada dari para pimpinan Ponpes dan Lembaga Pendidikan NU juga sama yakni pentingnya para santri cinta kepada Indonesia dan pancasila serta Undang-undang Dasar 1945. Tak hanya cinta, namun santri harus benar-benar berkontribusi dalam pembangunan memajukan Indonesia dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika.

 

KH Mohammad Sholikan, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur'an Pakunden sekaligus Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengatakan, tema ‘Santri Sehat, Indonesia Kuat memang sangat sesuai untuk digunakan pada masa saat ini. Khususnya dimasa Indonesia yang sedang diuji dengan Pandemi Covid-19.

 

"Lek santrine loyo, loro gak sehat, Indonesia yo loyo (kalau santrinya loyo, sakit tidak sehat. Ya, Indonesia loyo," ujar Kiai Mohammad Sholikan saat menyampaikan amanah di podium Hari Santri penutupan Kirab Pager Bumi 100 Ribu Doa Pager Bumi KH Hasyim Asy'ari di lapangan Pakunden.

 

Kiai Sholikan, sapaan akrabnya mengungkapkan, pesantren merupakan penyangga NU dan Bangsa Indonesia. Hal itu karena ulama hanya lahir dari pondok pesantren. "Alhamdulillah, kalian para santri sekarang menjadi santri besok sebentar lagi akan menjadi ulama. Bahkan untuk meneruskan perjuangan para alim ulama hanyalah para santri," tuturnya.

 

 

 

 

Sementara Gus Kholid Ali Husni, pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Huda Cekok mengingatkan para santri berteguh hati dalam mengemban tugas meneruskan perjuangan alim ulama dalam mencintai NKRI, Pancasila dan UUD 1945.

 

"Santri berkontribusi besar untuk bangsa melalui resolusi jihad Mbah Hasyim Asy'ari. Maka kita harus terus dan lanjutkan perjuangan para pendahulu," tegasnya.

 

Sementara itu, Muhammad Busro, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Puyut juga menyaampaikan pesan penting kepada para santri. "Santri itu harus kuat, istiqomah berjuang untuk Negeri," kata Gus Busro.

 

Di tempat berbeda, Madin Hidayatut Tholibin, RA Muslimat NU 084 Mrican II, serta seluruh Banom Ranting Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo juga turut mengajak para santri untuk melakukan hal yang sama. "Selain memberikan semangat bagi santri kita, warga yang hadir tentu akan lebih tahu makna peringatan hari santri," ungkap Kepala RA Muslimat 084 Mrican II, Erni Munasroh.

 

Editor: Romza

PWNU Jatim Harlah