Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Rahasia Bugar Abah Wildan, Sopir Ambulans LAZISNU di Sidoarjo

Rahasia Bugar Abah Wildan, Sopir Ambulans LAZISNU di Sidoarjo
Abah Wildan dan ambulans milik LAZISNU Porong, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: NOJ/SA)
Abah Wildan dan ambulans milik LAZISNU Porong, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: NOJ/SA)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Namanya Wildan Mukholladun. Panggilannya Abah Wildan. Ia adalah sopir senior ambulans milik Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (LAZISNU) MWC NU Porong, Kabupaten Sidoarjo. Melonjaknya kasus positif Covid-19 membuat hari-harinya kian sibuk mengantarkan pasien maupun jenazah yang terpapar virus korona.

 

Wildan Nahdliyin tulen. Ia mulai aktif di Ikatan Pelajar NU Ranting Ngaban pada tahun 1987 dan di PAC IPNU Tanggulangin pada 1990. Semangatnya berkhidmat ia lanjutkan dengan menjadi Ketua Gerakan Pemuda Ansor Ranting Glagaharum pada 2010. Saat ini, ia aktif menjadi Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang NU Porong.

 

Sejak LAZISNU Porong memiliki ambulans pada 2018, Abah Wildan langsung mangacungkan tangan untuk menjadi sopir. Banyak kesan yang ia alami selama mengemudikan ambulans saat mengantarkan warga yang sakit ke rumah sakit, atau mengantarkan jenazah ke rumah duka.

 

"Sebenarnya banyak sukanya karena bisa membantu orang yang kurang mampu, sehingga batin ini terasa puas. Karena berkhidmad di NU itu harus banyak ikhlasnya, bukan soal harga atau nominal uang," kata Abah Wildan kepada NU Online Jatim, Rabu (21/07/2021).

 

Dukanya, lanjut pria kelahiran 5 Juli 1965 itu, ialah ketika warga yang meminta dilayani melebihi kemampuan LAZISNU. Ia bercerita, satu waktu pernah ia diminta ke posko untuk mengantar pasien sementara saat itu ia masih perjalanan mengantarkan pasien yang lain. Saat begitu Abah Wildan mengaku bersedih.

 

"Kalau pas lagi mengantar yang satu belum sampai rumah sakit, sudah ditelpon posko untuk melayani yang lain. Tidak sedikit pihak keluarga yang pasrah kepada driver sehingga di dalam mobil itu hanya ada jenazah dan driver saja," ungkapnya.

 

Ambulans yang ia kemudikan tidak hanya melayani warga Porong saja. Beberapa kali juga melayani warga yang membutuhkan dari luar, seperti warga Krembung, Mojokerto, Malang, Surabaya, dan lainnya. Apalagi seperti saat ini di tengah melonjaknya kasus Covid-19.

 

"Memang berat, namun harus dinikmati sebagai pekerjaan mulia, tidak jarang pihak keluarga pasien yang pasrah mulai mengantarkan sampai mendaftarkan ke UGD. Secara SOP bukan tugas kami, tapi kerena permintaan keluarga, ya, saya bertindak sebagai saudara mereka,"  ujar Abah Wildan.

 

Lantas apa rahasia Abah Wildan sehingga tetap prima mengemudikan ambulans untuk melayani umat? Ia mengaku melakukan pola hidup yang menyehatkan, baik untuk lahir maupun batin. Aktivitasnya dimulai dengan bangun di sepertiga malam terakhir lalu shalat malam dan berdoa. Setelah itu shalat Subuh berjamaah lalu mandi. Shalat wajib lainnya tak ia lalaikan.

 

Usai mandi pagi, ia tak pernah meninggalkan sarapan dan menyantap buah. Bila kurang enak badan, ia selalu meminum teh hangat. “Makan rutin tiga kali, yang penting ada nasi dan lauk seadanya,” kata Abah Wildan mengingatkan.

 

Editor: Nur Faishal


Editor:
F1 PWNU Jatim