Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Rahasia Sekretaris  LTNNU Jatim Sukses Raih Gelar Doktor

Rahasia Sekretaris  LTNNU Jatim Sukses Raih Gelar Doktor
H Ahmad Karomi acap mengisi waktu dengan pengajian kitab daring. (Foto: NOJ/Ist)
H Ahmad Karomi acap mengisi waktu dengan pengajian kitab daring. (Foto: NOJ/Ist)

Surabaya, NU Online Jatim

Setiap orang memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan yang lebik baik. Kerena pendidikanlah yang akan membuat seseorang berbeda dengan lainnya. Selain itu, pendidikan adalah gerbang segala kehidupan apalagi pada masa sekarang. Pendidikan bagaikan alat untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

 

Paparan di atas yang dapat dipetik dari sosok H Ahmad Karomi. Alumnus Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, ini sangat bersyukur karena telah diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan hingga tingkat doktor. Karena ketika melihat perjalanan hidupnya tidak membayangkan. Apalagi kala itu tidak suka sekolah atau melanjutkan pendidikan tinggi.

 

“Gembira dan syukur, meski perasaan masih berkecamuk antara mimpi dan nyata, karena bisa menyelesaikan program doktor. Alasannya karena saya dulu paling anti sekolah dan kuliah,” tutur pria asal Surabaya saat dihubungi NU Online Jatim, Ahad (24/01/2021).

 

Untuk bisa menyelesaikan S3 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, dirinya memiliki sejumlah hal yang layak menjadi referensi. Di antaranya adalah istikamah dan fokus terhadap tugas kuliah dan melakukan penelitian sebagai tugas akhir.

 

“Istikamah dan fokus dengan penyelesaian disertasi, sebab acapkali muncul data-data baru yang juga menarik untuk diteliti,” kata pria yang merampungkan jenjang S1 dan S2 juga UINSA Surabaya tersebut.

 

Sebagai penerima beasiswa, Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Timur ini memiliki beberapa motivasi agar tetap semangat dalam menjalani proses meraih gelar doktor. Yakni semangat mencari ilmu pengetahuan, dan menjadi sosok panutan untuk keluarga.

 

“Motivasinya ya untuk menambah pengetahuan serta ingin menularkan semangat belajar kepada anak, keponakan dan orang-orang terdekat. Sehingga mereka juga gigih mencapai doktor pula,” ungkap pria murah senyum ini.

 

Pegiat literasi dan silaturahim ini mengatakan, jangan pernah merasa puas dalam satu bidang ilmu saja. Tetapi gunakan akal untuk tetap belajar meskipun harus menderita dan kanaah dalam menjalani.

 

“Jangan pernah mencukupkan diri dan merasa puas dengan satu ilmu, tetapi penuhilah akal dengan ilmu pengetahuan di manapun, kapan pun secara intens. Proses apapun harus dilalui dengan lapang dada,” pungkasnya.

 

 

Editor: Syaifullah

PWNU Jatim