Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ramai Aksi Terorisme, IPNU Pasuruan Buka Suara

Ramai Aksi Terorisme, IPNU Pasuruan Buka Suara
Nur Ali Farchan, Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan. (Foto: NOJ/Sirojuddin)
Nur Ali Farchan, Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan. (Foto: NOJ/Sirojuddin)

Pasuruan, NU Online Jatim
Nur Ali Farchan, Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pasuruan angkat bicara mengenai kejadian aksi penyerangan Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta, Rabu (31/03/2021) lalu.

 

Aksi yang tidak dibenarkan oleh agama dan negara tersebut dilakukan oleh seorang perempuan berinisial ZA, yang diketahui berumur 25 tahun. aksi penyerangan tersebut menuai banyak kecaman dari masyarakat, khususnya PC IPNU Kabupaten Pasuruan.

 

"Kita ini sebagai golongan milenial harus lebih cerdas dan selektif untuk masuk di organisasi. Jelas aksi tersebut bukan jalan jihad, tidak dibenarkan oleh agama apapun," kata Nur Ali Farchan, Sekretaris PC IPNU Kabupaten Pasuruan.

 

Ketua Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) tersebut juga mengungkapkan agar jangan memaknai agama terlalu sempit.

 

"Selain memahami agama terlalu sempit, salah masuk organisasi juga menjadi penyebab pemuda melakukan aksi nekat tersebut," ungkapnya.

 

Oleh karenanya diharapkan untuk seluruh pemuda, khususnya wilayah Pasuruan agar hati-hati dalam memilih organisasi. Karena tidak jarang saat ini banyak organisasi menyimpang yang menganut paham radikal dan bertolak belakang dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

 

Ia juga mengimbau untuk kader IPNU Kabupaten Pasuruan agar membentengi diri dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan mempelajari agama tidak setengah-setengah agar tidak keliru dalam menjalankan agama.
 

"Serta yang pasti mencari guru dengan sanad yang jelas jika mengambil pendapat ulama mencari pendapat yang paling benar, serta lebih selektif ketika diskusi yang berkaitan dengan lintas agama," pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira

Bank Jatim (31/7)