Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ranting NU di Madura Meriahkan Kemerdekaan dengan Sunatan Massal

Ranting NU di Madura Meriahkan Kemerdekaan dengan Sunatan Massal
Sejumlah tim medis memastikan khitanan masal PRNU Jaddung, Pragaan, Sumenep berjalan lancar. (Foto: NOJ/Firdausi)
Sejumlah tim medis memastikan khitanan masal PRNU Jaddung, Pragaan, Sumenep berjalan lancar. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia tidak harus diperingati dengan kegiatan serimonial atau upacara pengibaran bendera. Banyak cara yang dilakukan oleh Nahdliyin untuk mengenang jasa para syuhada dengan menggelar kegiatan sosial kemasyarakatan.

 

Seperti yang dilakukan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Jaddung, Pragaan, Sumenep yang menggelar sunatan massal. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (22/8) ini menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.

 

Kegiatan yang dipusatkan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pragaan dipadati puluhan peserta yang datang dari beragam desa.

 

Kiai Hambali Makhtum menyatakan bahwa kegiatan sebagai bagian dari syiar kepada masyarakat. Karena NU bukan sekadar organisasi diniyah tetapi ijtimaiyah.

 

Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan ini mengapresiasi karena kegiatan sebagai bagian dari menjalankan syariat Islam. Yakni menggariskan hukum khitan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

"Alhamdulillah, meskipun sebagian ada anak yang takut bahkan menjerit histeris, namun semua proses dapat dilalui baik karena panitia yang diketuai Ustadz Mahdi selalu siaga dan tetap mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.

 

Di kesempatan berbeda, Ustadz Abd Ghafur menjelaskan bahwa rata-rata usia anak yang dikhitan minimal 3 tahun dan maksimal 9 tahun. Total keseluruhan 20 peserta yang dikhitan.

 

Sekretaris PRNU Jaddung tersebut sengaja mengutamakan yatim dan anak-anak warga NU di kawasan setempat untuk dijadikan peserta khitan. Namun demikian panitia tidak menolak peserta yang datang dari luar desa dan kecamatan.

 

"Peserta berasal dari Desa Jaddung, Larangan Perreng, Pekamban Daya, Pragaan Daya, Aeng Panas, dan Kecamatan Guluk-guluk," terangnya.

 

Tak sampai di situ, setelah dikhitan para peserta diberikan kue untuk menghilangkan rasa trauma akibat suntikan anastesi.

 

Kegiatan mendapat sambutan hangat dari tenaga medis Puskesmas Pragaan. Di mana mereka terlihat kompak agar kegiatan cepat selesai dan berjalan lancar.

 

Para orang tua terlihat sumringah dan terharu begitu melihat anaknya dikhitan. Tak lupa mereka berterima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

 

"Saya senang sekali karena kegiatan ini jarang ada dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa NU benar-benar memberikan pertolongan. Terimakasih NU, semoga kegiatan seperti ini terus ada di bulan berikutnya. Soalnya warga NU membutuhkan," kata Kiai Dardiri yang anaknya dikhitan.

Iklan promosi NU Online Jatim