Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ranting NU di Pragaan Sumenep Ini Rutin Santuni Dluafa dan Yatim

Ranting NU di Pragaan Sumenep Ini Rutin Santuni Dluafa dan Yatim
Ketua MWCNU Pragaan saat memberikan santunan kepada yatim. (Foto: NOJ/Firdausi)
Ketua MWCNU Pragaan saat memberikan santunan kepada yatim. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Bertepatan dengan malam 27 Ramadhan, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pragaan Daya 2 bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadakah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) menyantuni 100 anak yatim dan dluafa. Mereka adalah perwakilan dari  sejumlah dusun yang ada di kawasan setempat.

 

"Kami sangat bangga kepada pengurus Ranting yang masih sempat istiqamah menyelenggarakan kegiatan ini di masa pandemi," kata Ketua MWCNU Pragaan, KH A Junaidi Mu'arif saat membuka acara, Selasa (19/5).

 

Ketua PRNU Pragaan Daya 2, Kiai Munjiyah menyampaikan bahwa Covid-19 tidak dijadikan kendala dalam pelaksanaan kegiatan. "Walaupun di masa pandemi, kami mengapresiasi kepada kepengurusan yang kompak menyukseskan acara ini dengan berjuang dan mencari donatur yang siap menyumbangkan sebagian hartanya kepada yatim dan dluafa," ujar Kiai Munjiyah.

 

Rais PRNU Pragaan Daya 2 menerima laporan kinerja tim saat penggalangan dana. "Syukur alhamdulillah kepengurusan yang sudah berjalan tiga periode mampu melaksanakan tiga kali kegiatan ini di bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan dukungan dari para donatur dan doa dari yatim dan dluafa," kata KH Atrawi.

 

Disampaikan bahwa tahun 2018 telah disantuni 57 yatim, 16 anak terlantar, 36 janda tua, dengan keseluruhan 109 orang. Tahun 2019 ada 67 yatim, 10 dluafa, total 77 jiwa. Dan tahun 2020 telah diberikan santunan untuk 100 yatim, 18 dluafa.

 

Ustadz Syamsiruddin yang didaulat sebagai ketua pelaksana menjelaskannya bahwa tahun ini pemberian bantuan dipukul rata di setiap dusun.

 

"Jika tahun lalu hanya 4 dusun, kali ini panitia bisa merata ke Dan-Dan, Bulu, Rembang, Blumbang, Batu Jaran, Nong Pote, Bulu Jaddung. Bahkan malam ini ada yatim yang datang dari luar desa," jelasnya.

 

Dirinya mengemukakan mengumpulkan seluruh kiai langgar atau guru ngaji serta jajaran asatidz yang ada beberapa lembaga pendidikan swasta. Merekalah yang menyalurkan zakat fitrah santrinya kepada panitia untuk ditasarrufkan kepada yatim dan dluafa.

 

Hadir sebagai penceramah yakni Kiai Fathorrahman Hasbullah yang memberikan tausiyah terkait pahala merawat anak yatim dan keistimewaan lailatul qadar. Kegiatan juga diisi dengan pembacaan puisi oleh Ayu Handayani, sebelum ditutup dengan memanggil yatim dan dluafa untuk menerima bingkisan.

 

Kontributor: Firdausi
Editor: Syaifullah
 

Iklan promosi NU Online Jatim