Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ranting NU di Sumenep, Berdayakan Ekonomi Warga

Ranting NU di Sumenep, Berdayakan Ekonomi Warga
Mustasyar PRNU Guluk-Guluk Barat serahkan bantuan alat-alat masak pada dluafa. (Foto: NOJ/Firdausi)
Mustasyar PRNU Guluk-Guluk Barat serahkan bantuan alat-alat masak pada dluafa. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Berdasarkan hasil Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tahun lalu, salah satu program unggulannya adalah penguatan Ranting NU dengan menggelorakan kegiatan-kegiatan yang bersifat ijtimaiyah.

 

Berangkat dari hasil keputusan sidang akbar, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Guluk-Guluk Barat, Sumenep merealisasikan amanat Konfercab dengan menggelar program pemberdayaan ekonomi warga yang bertajuk 'Cinta Dluafa', Jum'at (19/02/2021).

 

Menurut KH M Washim, kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian NU kepada masyarakat dan amanah Anggaran Dasar (AD)/Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi, serta menyambut datangnya bulan Rajab.

 

Ketua PRNU Guluk-Guluk Barat tersebut mengutarakan bahwa, objek sasarannya adalah kaum dluafa yang mayoritas sudah tua, hidup sendirian, serta kehidupannya bergantung pada bantuan sanak famili dan tetangga sekitar.

 

"Dengan mengucap syukur alhamdulillah, sumber dana kegiatan ini didapatkan dari warga NU lewat gerakan Kotak Infaq (Koin) NU yang dijalankan ke masing-masing perkumpulan ranting dan para kiai di pelosok pedesaan," katanya.

 

Dalam realisasinya, kegiatan ini masih menyapa empat orang dluafa di Dusun Gang Asem, Desa Guluk-Guluk Barat, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. Lebih lanjut, alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut menjelaskan bahwa, ada dua jenis kegiatan yang dilaksanakan di momentum bulan Rajab ini.

 

"Pertama, untuk kriteria dluafa yang mempunyai tanggungan anak yatim, pengurus ranting memberikan bantuan alat-alat masak, seperti kompor, wajan, kerupuk mentah, minyak goreng, serta peralatan dan bahan-bahan lainnya. Tujuannya dalam rangka membantu penghasilan ekonomi mereka dengan berjualan produksi kerupuk, dan jenis gorengan lainnya," ujarnya. 

 

Sedangkan jenis kedua adalah kriteria dluafa yang tidak memiliki tanggungan anak yatim. Di mana panitia cukup memberikan Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang dianggap penting memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

"Pelaksana perdana pada tanggal 12 Februari 2021, yang mana panitia menyerahkan bantuan Sembako pada dua orang dluafa. Dan hari ini kami memberikan bantuan yang bersifat pemberdayaan usaha ekonomi mikro kepada dua orang dluafa. Bantuan ini tidak berbentuk konsumtif atau bukan bersifat habis dipakai, tetapi bisa digunakan terus menerus," terangnya.

 

Pria yang juga alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri tersebut menegaskan bahwa, empat orang dluafa itu terkadang luput dari pengawasan aparatur pemerintah desa, dengan dalih tidak memiliki KK dan KTP.

 

"Ke depan, kami beserta jajaran pengurus akan memassifkan gerakan sosial ini. Dan kami memohon maaf kepada dluafa yang belum kami sapa, mengingat dananya sangat terbatas," ucapnya.

 

Di kesempatan yang berbeda, KH Moh Ihsan mengapresiasi kinerja pengurus. Meskipun baru empat orang yang disantuni, tidak masalah, asalkan istikamah dilaksanakan setiap bulan.

 

"Alhamdulillah, kita sudah ditakdirkan dan mampu melaksanakan kegiatan ini dengan dana yang terbatas. Kepada panitia, jangan merasa diri kita yang paling baik, tapi Allah lah yang meridhai kita untuk berbuat baik dan bisa membatu sesama," pungkas Mustasyar PRNU Guluk-Guluk Barat itu.


Editor: Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim