Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Rektor UINSA: NU adalah Tulang Punggung Negara

Rektor UINSA: NU adalah Tulang Punggung Negara
Rektor UINSA Surabaya, Masdar Hilmy. (Foto: NOJ/Dokumen pribadi)
Rektor UINSA Surabaya, Masdar Hilmy. (Foto: NOJ/Dokumen pribadi)

Surabaya, NU Online Jatim

Masdar Hilmy, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) adalah tulang punggu negara. Peran besar itu harus tetap dijaga dengan cara mengelola sumber daya yang ada dengan baik dan melakukan proses regenerasi berkualitas secara berkesinambungan.

 

“NU adalah tulang punggung negara, oleh karena itu ia harus terus dijaga vialititasnya. Yg mengelola harus betul-betul tenaga-tenaga yang fit dan tangguh. Jangan sampai NU ini lelah. Untuk itu proses regenerasi harus diwujudkan secara rasional, bermartabat, dan berkesinambungan,” kata Masdar kepada NU Online Jatim, Rabu (06/10/2021).

 

Saat ini, lanjut lulusan The University of Melbourne Australia itu, NU memiliki SDM yang sangat melimpah. Bukan hanya mampu menguasai tradisi keilmuan pesantren yang sangat terjaga sanad keilmuannya, namun juga banyak sekali kader-kader NU yang berhasil lulus dari berbagai perguruan tinggi bergengsi di dalam negeri maupun luar negeri, dengan berbagai disiplin ilmu yang mereka kuasai.

 

Dengan SDM yang melimpah itu, Masdar mengatakan NU harus menjadi kekuatan besar. Menjadi penjaga utama bagi keutuhan NKRI sekaligus menjadi penggerak utama kejayaan Indonesia di pentas internasional. Untuk itu, NU butuh menjaga soliditas kadernya sekaligus terus mengkonsolidasi mereka menjadi satu gerakan bersama.

 

Sejauh ini, papar Masdar, NU sudah menunjukkan perannya bagi bangsa. Di antaranya dalam hal melakukan counter terhadap upaya kelompok pemuja hoax dan hate speech. Kader-kader Ansor, PMII, IPNU, Fatayat dan semua Banom-Banom NU yang lain telah bergerak aktif untuk membendung kejahatan siber.

 

“Khusus Ansor Jatim, beberapa waktu yang lalu bekerja sama dengan kami (UINSA) dengan bersama-sama mengadakan program Madrasah Cyber. Ini program keren, bagus sekali. Menjadi kerja kolaboratif dunia kampus dan NU dalam membentuk ketahanan sosial melalui penguatan literasi digital kader-kader NU,” kata Masdar.

 

Ke depan, tambah dia, tantangan Indonesia dan NU semakin berat. Islam Washatiyah yang selama ini menjadi inti dari jihad kenegaraan NU harus berhadapan dengan berbagai ideologi radikal yang secara massif bergerak masuk ke banyak generasi muda Islam di Indonesia dan dunia.

 

Karena itu, NU harus mendunia. NU harus menjadi kekuatan global yang berperan sebagai kekuatan utama untuk membendung kelompok-kelompok radikal, baik radikal atas nama agama ataupun radikal atas nama sekulerisme. “Sudah saatnya NU melakukan eksportasi model keberagamaan wasathiyah ke belahan dunia Muslim lainnya untuk mewujudkan Islam rahmatan lil alamin.”


Editor:
F1 Bank Jatim Syariah (6/12)