Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Rengginang Tak Pernah Risih Bersanding dengan Kudapan Modern

Rengginang Tak Pernah Risih Bersanding dengan Kudapan Modern
Rengginang tidak lekang oleh waktu. (Foto: NOJ/RSu)
Rengginang tidak lekang oleh waktu. (Foto: NOJ/RSu)

Surabaya, NU Online Jatim

Saat lebaran seperti sekarang, di antara kudapan atau makanan ringan yang juga layak berada di meja tamu adalah rengginang. Ya, rengginang adalah kudapan tradisional Indonesia dengan rasa gurih dan renyah. Rasa gurih dan renyah berpadu secara sempurna, sehingga menghasilkan rasa nikmat yang tiada duanya. Sangat layak disajikan saat lebaran.

 

Rengginang sudah ada sejak zaman dahulu yang dikonsumsi sebagai teman makan. Namun saat ini keberadaannya lebih banyak dimakan sebagai camilan, sama halnya dengan makanan tradisional lainnya seperti opak. 

 

Seiring dengan perkembangan zaman, di era modern seperti sekarang ini untuk menemukan rengginang sudah sangat sulit, terutama di daerah perkotaan. Biasanya rengginang hanya bisa ditemukan di acara hajatan seperti sunatan, pernikahan, dan sejenisnya. 

 

Berkurangnya minat masyarakat karena makanan tradisional satu ini tersisihkan oleh datangnya makanan khas luar negeri. Padahal dari segi rasa, makanan yang satu ini tidak kalah enak dengan makanan modern khususnya makanan yang berasal dari luar negeri.

 

Kendati demikian, kudapan ini tidak risih bersanding dengan makanan ringan lain yang modern sekalipun. Kehadirannya justru menjadi pelengkap yang istimewa sekaligus memberikan pesan bahwa sang tuan rumah mengerti bagaimana memperlakukan kudapan legendaris tersebut.

 

Teman Ngopi

Bagi sebagian orang, makan rengginang menjadi kebiasaan mereka saat pagi hari atau mengisi senggang. Hal ini biasa dilakukan oleh masyarakat pedesaan.

Pagi hari, sambil menikmati suasana matahari terbit di pedesaan, rengginang disajikan di toples di atas meja, ditemani segelas kopi. Makanannyapun diseling dengan menyeruput kopi dengan penuh perasaan dan cita rasa.


Siapapun bisa mencoba kegiatan menikmati pagi dengan rengginang dan kopi. Para orang tua biasa melakukannya sebelum melakukan aktivitas ke kebun atau tempat kerja.


Biasanya satu gelas kopi cukup membarengi makan satu atau dua bundaran rengginang. Durasi menikmatinya pun bervariasi bisa 30 menit sebelum berangkat kerja.

 

Bagi yang kreatif, rengginang itu juga bisa dipanggang. Selain untuk langsung disantap, juga bisa ditambah bumbu bawang, kencur, sedikit garam yang kemudian ditumbuk. Kemudian rengginang yang sudah hancur berbaur dengan bumbu itu ditambah bakar ubi kayu atau bakar pisang mengkal yang juga ditumbuk. Selanjutnya dimasukkan dua centong nasi dan ditumbuk sampai merata, maka jadilah ‘getuk' yang tak kalah enaknya untuk sarapan.

 

Penganan legendaris memang tidak bisa dan tidak perlu diperbandingkan dengan makanan praktis, siap saji, import atau yang lainnya yang diolah dengan kekinian bahkan dukungan teknologi. Tapi justru kesederhanaan dalam memproduksinya, dan mudah untuk mengembangkan variasinya ini justru masih menjadi peluang untuk dikembangkan.

Rengginang memang penganan legend, tak tersisih di forum yang selama ini mengandalkannya untuk hidangan para undangan. Meski volumenya mungkin tidak sebanyak masa lalu saat rengginang menjadi andalan bagi tuan rumah hajatan untuk menjamu para tamunya.

 

 Cara Membuat

Cara membuat rengginang cukup sederhana. Hanya perlu mengukus beras ketan, mengeringkannya, lalu menggoreng.  Untuk menambah cita rasa, rengginang bisa diberi aneka bumbu.

 

Berikut cara membuat rengginang gurih melansir dari buku ‘Snack Renyah Serba Kriuk’ karya Sufi Sy, Sufi SYahyono terbitan PT Gramedia Pustaka Utama. 

 

Bahan

1. 400 gram beras ketan putih kualitas bagus

2. 200 ml air 1 sendok teh gula pasir butiran halus 

 

Bumbu Halus 

1. 4 siung bawang putih 

2. 1/3 sendok teh merica bulat

3. 1/2 sendok teh terasi bakar 

4. 1 sendok makan garam 
 

Langkah Membuat

1. Cuci bersih beras ketan, rendam dalam air selama tiga jam. Tiriskan. 

2. Kukus beras ketan hingga setengah matang selama 20 menit atau hingga butiran beras mulai lengket. Angkat, pindahkan ke panci. 

3. Didihkan air, tambahkan gula pasir dan bumbu halus, aduk. Setelah mendidih, angkat segera beras ketannya. 

4. Tuang bumbu yang sudah dimasak ke dalam panci berisi beras ketan, aduk rata. Tutup panci, diamkan sekitar 30 menit atau hingga air terserap habis oleh ketan.  Kukus beras ketan kembali hingga matang, sekitar 30 menit. 

5. Ambil satu sendok makan nasi ketan yang masih panas, pipihkan bentuk bulat dengan diamter 6 cm dan tebal 0.5 cm. Letakkan di atas tampah kering yang bersih tapi jangan ditumpuk. Lakukan hingga semua nasi ketan habis. 

6. Jemur di bawah terik matahari sekitar tiga hari atau sampai benar-benar kering. Simpan di tempat kering. 

7. Panaskan minyak goreng cukup banyak dengan api besar. Goreng renggingan sambil dibalik-balik hingga butiran ketan mulai mengembang. Angkat dan tiriskan.  Setelah dingin, simpan dalam stoples bertutup rapat.  

 


Editor:
F1 Bank Jatim