Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Renstra Fatayat NU Surabaya Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi

Renstra Fatayat NU Surabaya Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi
Renstra Fatayat NU Surabaya. (Foto: NOJ/DM)
Renstra Fatayat NU Surabaya. (Foto: NOJ/DM)

Surabaya, NU Online Jatim

Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) Surabaya periode 2020-2025 menyelenggarakan penyusunan Rencana Strategis (Renstra). Kegiatan ini digelar pada Sabtu (20/02/2021) hingga Ahad (21/02/2022). Kegiatan yang mengambil tema ‘Membangun Perempuan Berkharisma dalam Bingkai Aswaja Menuju Surabaya Berkeberadaban’ ini diselenggarakan di Trawas, Mojokerto.

 

Ketua PC Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba mengatakan, kegiatan Renstra tersebut akan membahas tentang program kerja yang akan dicanangkan selama masa kepengurusan lima tahun ke depan. Adanya pandemi Covid-19, maka kegiatan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

 

“Kami akan menyusun program kerja Fatayat NU Surabaya untuk lima tahun ke depan. Tentunya dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat,” kata Habiba saat dikonfirmasi, Selasa (23/02/2021).

 

Sementara itu, di awal acara, pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur, Khosiah memaparkan bahwa Renstra Fatayat NU Surabaya kali ini akan berbeda dengan rapat kerja pada umumnya.

 

“Renstra Fatayat NU Surabaya kali ini akan berbeda dari banyak raker lainnya, karena kita akan mencoba menyusun program kerja dengan pendekatan dan metode yang berbeda pula,” ujar Khosiah di sela-sela sambutannya.

 

Saat acara pemaparan materi, pegurus Fatayat NU Jatim lainnya, Yenny Lutfianah menjabarkan, Renstra saat ini menjadi berbeda karena akan diperkenalkan suatu pendekatan baru bagi Fatayat NU Surabaya, yaitu pendekatan atau metode ABCD.

 

“Sebelum menyusun program kerja, kita akan mengenal satu pendekatan lain, yaitu yang disebut dengan pendekatan ABCD, Asset Based Community Development,” ungkap Yenny.

 

Perempuan penyuka warna hitam ini lalu menjelaskan, yang dimaksud dengan metode ABCD adalah suatu metode pengembangan masyarakat yang mengajak perempuan dan laki-laki berdasarkan potensi yang dimiliki untuk sama-sama berperan aktif dalam mencapai impian bersama demi terwujudnya kesejahteraan hidup bersama.

 

Lebih lanjut, Yenny mengatakan bahwa pendekatan ini dikembangkan oleh John L McKnight dan John P Kretzmann tahun 1993. Terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum masuk pada tahap penyusunan program kerja, yaitu; discovery, dream, design, define, dan destiny.

 

Berikutnya, setelah semua tahapan di atas usai dilakukan, masuklah peserta Renstra pada tahapan terakhir yakni penyusunan program kerja selama lima tahun ke depan berdasarkan pendekatan ABCD yang telah dilakukan sebelumnya.

 

Dengan adanya pendekatan tersebut, akhirnya nampak berbagai potensi yang dimiliki oleh anggota Fatayat NU se-Surabaya. Beberapa potensi yang mereka miliki, yang tersebar di 17 kecamatan di Surabaya adalah, banyaknya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta pendidik formal dan informal di berbagai tingkatan.

 

Di akhir acara, ketua Fatayat NU Surabaya yang sekaligus sebagai anggota DPRD Surabaya 2019-2024 ini mengungkapkan, Fatayat NU tak hanya berperan sebagai organisasi pemudi keagamaan saja.

 

“Terlebih dalam situasi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini, maka Fatayat NU Surabaya juga hadir sebagai wadah strategis yang mampu menampung berbagai kalangan profesional dan siap menjadi motor pembangunan dan kebangkitan ekonomi. Tentunya kami lakukan itu dengan tetap mempertahankan dan terus menghidupkan berbagai amaliaah NU Ahlussunnah wal Jamaah,” pungkasnya sambil tersenyum.

 

Penulis: Nisa Dewi Muslich

Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim