Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Resmi Dilantik, Ansor Kecamatan Sidoarjo Komitmen Perkuat Sinergi

Resmi Dilantik, Ansor Kecamatan Sidoarjo Komitmen Perkuat Sinergi
PAC GP Ansor Kecamatan Sidoarjo menjadi sentral dan jadi perhatian. (Foto: NOJ/Yuli R)
PAC GP Ansor Kecamatan Sidoarjo menjadi sentral dan jadi perhatian. (Foto: NOJ/Yuli R)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Banyak hal yang harus dilakukan kepengurusan di Nahdlatul Ulama, termasuk di lembaga dan badan otonom yang dimiliki. Dari mulai kaderisasi, hingga penataan administrasi.

 

Hal itulah yang diingatkan Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sidoarjo, Moh Rif’an Arif Abbas. Pandangan disampaikan saat melantik Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Sidoarjo masa khidmat 2020-2022, Sabtu (30/01/2021). Kegiatan dipusatkan di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida).

 

Dalam pandangannya, ada dua hal hendaknya menjadi perhatian di semua dan tingkatkan. Yang pertama adalah keberadaan eksistensi kepengurusan yang lebih baik lagi.

 

“Kedua, kami berharap sahabat-sahabat untuk tetap menjaga kelengkapan administrasi,” katanya. Karena semua harus mengikuti pedoman organisasi dan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga PD/PRT dan tidak bisa ditawar, lanjutnya.

 

Lebih lanjut dirinya menegaskan, kaderisasi adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Karena regenerasinya di Ansor akan menjadi regenerasinya Nahdlatul Ulama. “Tentu beban regenerasi ini harus kita jawab dan dilaksanakan semaksimal mungkin,” katanya.

 

Untuk pergerakan internal ini, wajib dilakukan tapi tidak boleh melupakan pergerakan eksternal. Karena kehadiran Ansor sangat dibutuhkan masyarakat. Hal; itu sebagai konsekuensi hidup bersosial di tengah masyarakat, karenanya juga harus didasari jiwa sosial.

 

Dirinya juga mengingatkan agar PAC GP Ansor selalu bekerja sama dengan TNI-Polri dan pemerintah kecamatan, apapun yang nantinya dihadapi harus dikomunikasikan dulu.

 

“Kalau ada ketidaknyamanan di tengah masyarakat maka harus dikomunikasikan dulu dengan pihak pemerintah desa, pemerintah kecamatan, atau TNI-Polri,” pesannya.

 

Dalam pandangannya, semua pihak jangan jalan sendiri, namun harus izin dulu karena status Ansor sebagai sipil dan mitra TNI-Polri. “Kita tidak boleh semena-mena terhadap apapun yang kita hadapi ke depan,” jelasnya.

 

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sidoarjo, MH Fendra kepada NU Online Jatim menjelaskan, pelantikan mengusung tema ‘Berjamaah Kuat Bersinergi Untuk Umat’. Diharapkan kepengurusan yang ada menjadi satelit dari semua program PC maupun PAC.

 

“Karena kita sadar berada di jantung Ibu Kota Sidoarjo, sehingga kegiatan NU pasti akan banyak dilakukan di Kecamatan Sidoarjo. Kita berkomitmen akan siap mendukung apapun kegiatan NU yang digelar di sini,” tegasnya.

 

Dijelaskannya bahwa di wilayah Kecamatan Sidoarjo ada sejumlah 24 desa, sedangkan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor yang sudah terbentuk baru 17 ranting. Dengan demikian masih ada tujuh ranting yang belum terbentuk dan menjadi prioritas di awal kepengurusan.

 

“Kendalanya kita belum punya akses ke sana, tapi camat bersedia memfasilitasi dari atas, sehingga harapan kita bisa menggandeng kepala desa di wilayah ranting yang belum terbentuk tersebut,” jelasnya.

 

Lebih jauh dikemukakan bahwa terkait penanganan dan pencegahan Covid-19, rencananya masuk dalam program kerja.

 

Pelantikan dihadiri PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo, Camat Sidoarjo, Kapolsek, Danramil. Tampak hadir pula MWCNU Kecamatan Sidoarjo, badan otonom NU, PR GP Ansor se-Kecamatan Sidoarjo. Juga tamu undangan lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

 

Editor: Syaifullah

Bank Jatim (31/7)