Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Rijalul Ansor di Gresik Diingatkan Bekali Diri dengan Kajian Fiqih

Rijalul Ansor di Gresik Diingatkan Bekali Diri dengan Kajian Fiqih
Kegiatan MDS RA Driyorejo Gresik. (Foto: NOJ/M Jauhari)
Kegiatan MDS RA Driyorejo Gresik. (Foto: NOJ/M Jauhari)

Gresik, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Driyorejo, Gresik menggelar Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS-RA). Acara dipusatkan di Masjid Baiturrahman, Desa Sumput, Driyorejo, Gresik, Ahad (6/9/2020).

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pemberian santunan kepada yatim karena berada di bulan Muharram.

 

Pada acara ini menghadirkan Ketua MDS-RA Gresik, Ustadz Syaifuddin Yahya sebagai pembicara. Tampak bergabung Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Driyorejo, KH Khoiruddin, Ketua GP Ansor, anggota PAC Ansor, serta masyarakat desa setempat.

 

Dalam mukadimahnya Ustadz Syaifuddin sudah menyinggung bagaimana pentingnya kajian ilmu fiqih, selain tentunya kajian Aswaja atau bidang ilmu lain. Disampaikan bahwa kajian fiqih penting kedudukannya karena sangat berkaitan dengan amaliah ibadah. Karenanya, ke depan perlu diagendakan di kegiatan Rijalul Ansor.

 

“Saya berharap Rijalul Ansor Driyorejo bisa mengagendakan rutin kajian fiqih selain kajian Aswaja tentunya,” katanya.

 

Dirinya memberikan contoh terkait hukum memberikan zakat kepada yatim. Karena sebenarnya yatim tidak termasuk 8 kategori penerima zakat. Tetapi, ketika ada orang yang ingin bersedekah kepada yatim dengan nominal tertentu, maka nilainya bisa lebih dari sekadar membayar zakat.

 

“Saya pernah ditanya, apakah zakat boleh diberikan kepada seorang yatim? Saya jelaskan mengenai kategori penerima zakat, kemudian saya memberikan perbandingan sedekah kepada yatim saat Muharram bhawa itu lebih besar pahalanya daripada sekadar membayar zakat. Karenanya, ini semua perlu kajian fiqih sebagai pemecahan masalahnya” ungkapnya.

 

Sebelum Ustadz Syaifuddin menyampaikan ceramah, terlebih dahulu dilakukan usapan kepada 12 yatim desa setempat yang telah diundang. Kegiatan ditutup doa oleh KH Khoiruddin.

 

Editor: Ayun

Iklan promosi NU Online Jatim