Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Rijalul Ansor Sukodono Bedah Hakikat Ramadlan

Rijalul Ansor Sukodono Bedah Hakikat Ramadlan
Kajian rutin Rijalul Ansor Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: NOJ/LYR)
Kajian rutin Rijalul Ansor Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: NOJ/LYR)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA) Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, menggelar acara rutinan di bulan Ramadlan 1442 Hijriyah. Digelar di Masjid Badrul Hasan Desa Jumputrejo, Ahad (02/05/2021) lalu, hadir sebagai pengisi kuliah tujuh menit yaitu Ketua MDS RA Sukodono M Hamdan Habibi alias Gus Habibi.

 

Acara sore itu diawali dengan pembacaan shalawat, Ratibul Haddad, kultum dan doa, kemudian dilanjutkan dengan buka bersama. Dihadiri oleh beberapa pengurus MDS RA, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sukodono, dan Ranting (PR)  GP Ansor Jumputrejo, beberapa utusan Pimpinan Ranting (PR) lainnya, serta pengurus takmir masjid setempat.

 

Dalam kultum, Gus Habibi menjelaskan tentang hakikat Ramadlan. Ia membuka tausiyahya dengan sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: Seandainya para hamba mengetahui apa hakikat pada bulan Ramadlan maka tentu umatku menginginkan Ramadlan itu sepanjang tahun.

 

“Berangkat dari hadits di atas, berarti jelas adanya bahwa bulan Ramadlan itu bulan yang mulia, bulan yang sangat banyak kebaikan  dan pahalanya,” kata Gus Habibi.

 

Diterangkan alumni Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ) Tebuireng, Jombang, itu, bulan suci Ramadlan adalah Syahrul Qur'an (bulan Al-Qur'an) dan di dalamnya juga terdapat Lailatul Qadar yang kebaikannya melebihi 1000 bulan.

 

Lebih lanjut Pengasuh Pesantren Hudallil Alamin Dungus itu menegaskan, inti dilaksanakannya ibadah puasa di bulan Ramadlan tidak lain adalah agar Muslim menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT. Jika tidak semakin bertaqwa kepada Allah atau bahkan semakin lebih buruk dari tahun sebelumnya, berarti  ada yang salah dari puasa yang dijalankan.

 

“Jadi, predikat bertaqwa kepada Allah adalah inti dari pada amalan ibadah puasa Ramadlan kita, predikat ini lebih baik daripada penyematan titel atau jabatan apapun di dunia. Semoga dalam mengarungi bulan suci Ramadlan ini kita diberi rahmat oleh Allah dan menjadi akhiran insan yang bertaqwa kepada Allah,” ujar Gus Habibi.

 

Editor : Nur Faishal

F1 Promosi Iklan