Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

RSI Unisma Lakukan Vaksinasi sebagai Tameng Covid-19

RSI Unisma Lakukan Vaksinasi sebagai Tameng Covid-19
Proses vaksinasi Covid-19. (Foto: NOJ/humas)
Proses vaksinasi Covid-19. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim
Sejak awal bulan Januari 2021 vaksinasi Covid-19 sudah dimulai ke beberapa pejabat pemerintah di sejumlah daerah. Setelah itu, vaksinasi mulai menyasar para tenaga kesehatan sebagai upaya meredam penyebaran Covid-19.

 

dr Wahyudi Kuncoro, salah satu dokter Poli Vaksin Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) mengatakan, vaksinasi yang dilakukan adalah bentuk rasa kepedulian pemerintah terhadap penduduk Indonesia. Vaksin tersebut, seperti tentara yang berperang melawan musuh, yaitu Covid-19. 

 

“Program vaksin Covid-19 ini menunjukan kepedulian pemerintah kepada 'pahlawan' kesehatan. Karena saat ini kita dalam kondisi perang. Namun perang yang kita hadapi adalah perang melawan wabah yang menuntut perjuangan lebih berat dari perang militer dan menelan korban lebih banyak,” katanya kepada NU Online Jatim.

 

Dia menambahkan, Tenaga Kesehatan (Nakes) RSI Unisma sebagai pejuang garis depan dari adanya Covid-19 harus memperoleh vaksinasi untuk antisipasi tertularnya.

 

 “Nakes RS Islam Unisma sebagai pejuang garis depan harus diberikan perlindungan, tameng, bahkan persenjataan. Salah satu bentuknya adalah vaksin ini,” terangnya, Sabtu, (06/02/2021).

 

Ia melanjutkan, walau program vaksinasi mendapat berbagai tanggapan, tetapi vaksin adalah bentuk usaha yang terbaik selain mengikuti protokol kesehatan.

 

“Walaupun pro kontra, namun vaksin adalah 'the best effort' yang bisa kita lakukan selain 3M,” lanjutnya saat diwawancarai.

 

Dari keterangan dr Wahyu, RSI Unisma setelah mendapatkan vaksin, langsung melakukan vaksinasi kepada seluruh stakeholder rumah sakit.

 

“Vaksin RSI Unisma kita mulai Jumat (29/01/2021). Sehari setelah semua kebutuhan siap semua dan vaksin kita terima, langsung kita melakukan penyuntikan vaksin. Pelayanan kita berikan mulai dari top manajemen RSI Unisma dan seluruh Nakes,” terangnya. 

 

Selain itu, dr Wahyu menambhakan, jika RSI Unisma telah memberikan vaksin kepada kurang lebih 537 Nakes.

 

“Hingga Rabu (04/02/2021), sejumlah 537 Nakes telah mendapatkan vaksin. Selebihnya yang belum mendapatkan pelayanan disebabkan ada penyakit penyerta yang menjadi kontraindikasi vaksinasi,” tuturnya.

 

dr Wahyudi juga mengungkapkan, jika setelah mendapatkan vaksinasi Nakes merasakan beberapa efek samping, namun tidak perlu dikhawatirkan.

 

“Nakes yang telah mendapatkan vaksin memang ada beberapa mengalami keluhan ringan seperti nyeri di lokasi suntikan, pusing, haus dan batuk. Namun setelah sehari tidak dirasakan keluhan apa-apa. Nakes merasa lega efek yang dirasakan setelah vaksin tidak begitu mengkhawatirkan,” ungkapnya.

 

RSI Unisma berharap, setelah mendapatkan vaksinasi kedua, daya tahan tubuh semakin kuat dan tidak terpapar oleh virus. Selain itu, vaksinasi dan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan.

 

“Kami memohon kepada Allah SWT setelah suntikan kedua, semoga imunitas semakin maksimal. Pemberian vaksin ini tidak sedikitpun mengendorkan kami dalam melakukan protokol 3M, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker,” pungkasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim