Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Rujak Cingur, Incaran Warga di Surabaya Saat Momen Lebaran

Rujak Cingur, Incaran Warga di Surabaya Saat Momen Lebaran
Rujak Cingur. (Foto: Ist).
Rujak Cingur. (Foto: Ist).

Surabaya, NU Online Jatim

Momentum hari raya merupakan suatu hal yang sangat dinanti oleh masyarakat sejak turun temurun. Seabrek persiapan dalam memeriahkan hari raya kerap dilakukan. Mulai dari pakaian, destinasi kunjungan, hingga hal-hal yang berbau urusan perut atau makanan.

 

Banyak makanan atau minuman khas yang bermunculan di kala hari raya tiba. Hal itu sengaja disiapkan untuk dijadikan sajian ketika ajang silaturahim, baik dengan sanak keluarga maupun para tetangga yang datang silih berganti.

 

Makanan atau minuman yang tersaji lumrahnya berupa sirup marjan, nastar, opor atau ayam adun, ketupat, dan lainnya. Uniknya, hal ini tersedia cukup lama sejak mendekati lebaran hingga pertengahan Bulan Syawal.

 

Akibatnya, banyak dari warga ingin mencari makanan berbeda dan tidak biasa dicecap lidah. Untuk dijadikan menu pelengkap agar yang tersedia tidak hanya itu-itu saja. Salah satu makanan yang banyak dicari ialah rujak cingur.

 

Rujak cingur merupakan salah satu makanan tradisional yang mudah ditemui di Surabaya, Jawa Timur. Bahkan, tidak menutup kemungkinan di daerah lain juga mudah ditemui.

 

Rujak cingur biasanya terdiri dari beberapa komposisi. Seperti cingur sapi, mentimun, tempe goreng, irisan tahu dan disertai lontong. Penyajiannya disatukan dengan bumbu kacang yang sudah diracik.

 

Ibu Sahiroh, seorang penjual rujak cingur di Surabaya Utara mengatakan, pada momen lebaran jumlah pembeli meningkat. Termasuk jumlah porsi yang dibeli juga tidak seperti hari-hari biasanya. Sehingga dirinya dituntut untuk menyiapkan bahan-bahan dalam jumlah banyak. 

 

“Seperti waktu-waktu sebelumnya, pada saat lebaran pembeli rujak cingur melonjak drastis. Terkadang, sekali beli satu orang bisa lebih dari tiga hingga lima porsi. Karena kadang kala juga disiapkan untuk kerabat yang berkunjung di rumahnya,” katanya kepada NU Online Jatim, Kamis (20/05/2021)

 

Tak hanya itu, saat lebaran seperti ini banyak pembeli yang mencari dirinya kalau tokonya belum dibuka. “Karena saya sendiri baru buka warung setelah kami sekeluarga selesai berkunjung ke sanak famili,” tandasnya.

 

Salah satu pembeli bernama M Ikwan mengatakan, setelah hari raya memang banyak makanan yang tersedia di rumah. Hanya saja dengan membeli rujak cingur rasanya akan berbeda.

 

“Sebab, kalau di rumah dan silaturahim ke saudara-saudara, menunya kurang lebih sama. Sehingga rasanya ingin nuansa yang berbeda di lidah. Makanya beli rujak cingur ini,” tuturnya.

 

Editor: A Habiburrahman


F1 Promosi Iklan