Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sabili Arif, Usia 15 Tahun sudah Jadi Ketua PAC IPPNU di Trenggalek

Sabili Arif, Usia 15 Tahun sudah Jadi Ketua PAC IPPNU di Trenggalek
Sabili Arif, Ketua PC IPPNU Trenggalek. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli).
Sabili Arif, Ketua PC IPPNU Trenggalek. (Foto: NOJ/ Madchan Jazuli).

Trenggalek, NU Online Jatim

Sepekan amanah sebagai Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Trenggalek telah dijalani Sabili Arif. Dalam perjalanannya sebagai aktivis IPPNU,  Sabili Arif ternyata pernah menjadi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) termuda di Kabupaten Trenggalek.

 

Kala itu, ia masih berusia 15 tahun sudah menjadi orang nomor satu di PAC IPPNU Kecamatan Panggul. Tepatnya pada tahun 2014 menjadi ketua PAC sampai 2018. Atau selama empat tahun menjadi pemimpin muda di PAC IPPNU.

 

"Diusia 15 tahun menjadi Ketua PAC 4 tahun, sempat vakum (kepengurusan sebelumya) akhirnya mulai membenahi agar bisa aktif lagi," kata Sabili Arif melalui sambungan telepon, Ahad (11/04/2021).

 

Sempat kurang terlalu intens saat di awal-awal karena masih di bangku sekolah. Kepengurusan belum terlalu aktif ditambah jarak yang lumayan jauh melewati berbagai gunung yang harus ditempuh dari Kecamatan Panggul ke pusat kota.

 

Kemudian ia mulai aktif di pengurus Pimpinan Cabang sejak tahun 2017 hingga 2019. Karena melihat semangat serta mengetahui 14 PAC di seluruh Kabupaten Trenggalek membuatnya terdorong menjadi Ketua PC IPPNU di kota setempat.

 

Menurutnya, saat ini belum bisa digambarkan secara detail program kegiatan yang bisa dilaksanakan kedepan. Karena posisi saat ini belum ada pembahasan secara resmi dalam sebuah forum.

 

Namun demikian, setidaknya program kaderisasi, organisasi, peningkatan kader, memaksimalkan SDM yang potensial serta mengambil peran di media sudah menjadi perhatiannya. "Seperti semacam bisa dibuat online mungkin beberapa kegiatan. Supaya bisa dikonsumsi oleh semua," ungkapnya.

 

Mahasiswi PGMI semester 6 tersebut menambahkan, dalam berkhidmah di NU khususnya di Banom pelajar ini harus berjuang secara ikhlas. Agar kuat lahir batin menatanya mulai dari awal. Kedepan tantangan semakin kompleks dari berbagai dinamika kehidupan.

 

"Kalau IPNU-IPPNU itu harus ikhlas karena tidak bisa mengharapkan materi. Bukan organisasi yang menghasilkan materi," ujarnya.

 

Terakhir, ia menyatakan berjuang secara ikhlas akan lebih terasa ringan dalam menjalani kepengurusan yang diemban. Hal tersebut akan menjadi pengalaman yang berharga kelak di masyarakat. Berusaha untuk berani mengambil langkah dengan terukur.

 

 

"Harus berani mengambil resiko, ikhlas berjuang," pungkas perempuan yang juga anggota Departemen Pengembangan Organisasi dan Komisariat Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Jawa Timur tersebut.

 

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim