Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Safari Ranting, NU Pragaan Sumenep Ingatkan Pesan Hadratussyaikh

Safari Ranting, NU Pragaan Sumenep Ingatkan Pesan Hadratussyaikh
Safari Ranting MWCNU Pragaan Sumenep ke PRNU Sendang. (Foto: NOJ/Firdauisi)
Safari Ranting MWCNU Pragaan Sumenep ke PRNU Sendang. (Foto: NOJ/Firdauisi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Berdasarkan hasil rapat pengurus harian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Sumenep bahwa langkah yang paling konkrit untuk mempererat jamiyah dan jamaah adalah melakukan safari ranting. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh maraknya paham lain yang mempengaruhi pemikiran Nahdliyin di desa. 

 

Safari ranting kali ini menyapa Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sendang yang secara geografis berada di perbatasan Kabupaten Sumenep. 

 

Kiai Hambali Makhtum memandu acara setelah acara rutinitas anggota usai, yakni yasinan dan tahlilan. 

 

"Kami ucapan terima kasih kepada Kiai Abd Majid selaku rais dan Ketua PRNU Sendang Kiai Zainurridha yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan amanat konferensi tahun lalu," kata Sekretaris MWCNU Pragaan tersebut saat mengawali sambutan, Sabtu (4/7). 

Pengasuh Lembaga Pendidikan Islam Nurul Ihsan Sentol Daya tersebut menjelaskan bahwa hasil konferensi memutuskan beragam hal. Salah satunya adalah membenahi organisasi, memperkuat hubungan antra pengurus MWCNU dan PRNU.

 

"Inilah alasan kuat kami untuk hadir ke acara rutinitas ranting yang dirintis oleh Kiai Ruba'ie," ungkapnya yang juga mengenalkan kepengurusan MWCNU Pragaan, mulai dari unsur mustasyar, syuriyah, dan tanfidziyah. 

 

"Periode kali ini berbeda dengan tahun lalu, di mana seluruh Wakil Ketua MWCNU Pragaan memiliki tujuan pokok dan fungsi atau tupoksi yang berbeda," jelasnya. Wajar jika tahun ini seluruh pengurus harian bisa terjun secara langsung ke lapangan yang memiliki binaan, baik di PRNU maupun lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU, lanjut dia.

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk tersebut menjelaskan bahwa Lembaga  Bahtsul Masail (LBM) dan Lembaga Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) dibina oleh Kiai Jamali Salim. Sedangkan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadakah Nahdlatul Ulama (NU-Care LAZISNU) dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dibina Kiai Ach Subairi Karim. 

 

"Kami mengajak kepada pengurus ranting untuk menggerakkan Koin NU demi merealisasikan program kemasyarakatan, seperti santunan anak yatim dan dluafa,” katanya. Begitu pula juga mengajak kepada Nahdliyin untuk berobat ke klinik NU yang pelayanannya dilengkapi dengan mobil ambulance dan petugas medis yang siap sedia, lanjutnya. 

 

Untuk Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM), Lembaga Ta'lif wan-Nasyr (LTN) dan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) dibina KH Asy'ari Khatib.

 

"Kami mengajak kepada generasi muda di Desa Sendang untuk hadir di acara forum Lakpesdam NU yang insyaallah tanggal 15 Juli 2020 akan melangsungkan forum kajian bulanan di kediaman Rais MWCNU Pragaan," katanya. 

 

Untuk Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) dan Lembaga Perekonomian NU (LPNU) dibina KH Asnawi Sulaiman.

 

"Jika Nahdliyin membutuhkan sembilan bahan pokok atau Sembako dan sayur-sayuran, bisa membeli di swalayan NU. Bahkan BMT NU Cabang Pragaan selalu melayani masyarakat dalam hal simpan pinjam," ungkapnya.

 

Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) dan Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LPMNU) ditangani oleh Kiai Imam Sutaji yang juga instruktur Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU).

 

"Sekadar informasi, jika ada di antara anggota kompolan membutuhkan buku ajar Aswaja, jangan lupa hubungi Kiai Subairi untuk memesan," katanya. 

 

Sedangkan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) dan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) dipercayakan kepada Kiai Sumaryadi.

 

Diingatkan Pesan KH M Hasyim Asy'ari
Kiai Jamali Salim selaku Wakil Ketua MWCNU Pragaan menjelaskan maksud kedatangan rombongan jajaran pengurus harian. 

 

"Malam ini kami datang tidak lain ingin menyambung sanad keilmuan. Sambungan ini penting, karena sebelum saya lahir Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari telah mendoakan kita semua," katanya saat memberi pengarahan. 

 

Tenaga pendidik Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk tersebut menegaskan bahwa ketika diberi amanah untuk menjadi pengurus ataupun anggota NU di berbagai tingkatan, niatkanlah untuk menjadi bagian di jamiyah ini. Karena Hadratussyaikh menjamin siapa saja yang berkhidmat di NU akan diakui sebagai santrinya dan didoakan husnul khatimah.

 

"Siapa saja yang mau mengurusi NU, aku anggap santriku. Siapa saja yang jadi santriku, maka akan aku doakan husnul khatimah beserta keluarganya," tagasnya. 

 

Dirinya menyampaikan bahwa husnul khatimah tidak dapat diukur dengan kecerdasan. Sebagaimana dalam Tafsir Shawi juz 2 yang mengisahkan umat Nabi Musa AS.

 

"Bal'am adalah umat Nabi Musa AS yang ilmunya tinggi, bahkan sekali berdoa hujan langsung turun dari langit. Namun kecacatannya adalah ia membantu kaum Nabi Musa yang kontra atau menolak dakwahnya untuk memecah belah kaum lain dengan mengutus wanita berdagang ke kelompok nabi yang patuh akan perintahnya. Hingga akhirnya Bal'am mati dalam keadaan buruk, di mana lidahnya keluar dari mulutnya,” terangnya. 

 

Tokoh masyarakat di Desa Jaddung tersebut mengutarakan bahwa kompolan atau komunitas dalam wujud NU tidak terkesan arisan, melainkan ada materi khusus yang mampu mengurangi geliat rusaknya akhlak masyarakat.

 

"Dari sinilah kami datang untuk menyatukan visi-misi NU demi mensingkronkan program MWCNU dan PRNU. Mudah-mudahan kita semua diakui santrinya Mbah Hasyim," pungkasnya. 

 

Kontributor: Firdaus Qo'il
Editor: Syaifullah
 

Iklan promosi NU Online Jatim