Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Sayyidina Utsman pun Gentar dengan Suasana Alam Kubur

Sayyidina Utsman pun Gentar dengan Suasana Alam Kubur
Kuburan adalah serambi akhirat. (Foto: NOJ/IPs)
Kuburan adalah serambi akhirat. (Foto: NOJ/IPs)

Saat ini kita sedang berada di akhir bulan Sya’ban. Kesempatan tersebut hendaknya diisi dengan beragam ibadah, sembari menyadari bahwa sebentar lagi akan menghadapi kematian.

 

Mengenai keadaan alam kubur, ada sebuah hikayat yang patut untuk disimak. Hikayat yang diceritakan melalui Abu Bakar al-Ismaili bahwasannya Sayyidina Utsman bin Affan tidak meneteskan air mata ketika digambarkan kepedihan neraka dengan segala siksanya.

 

Khalifah ketiga itu juga tidak menangis ketika dijabarkan mengenai kedahsyatan hari kiamat. Dan tetap kuat mendengarkan gambaran tentang kehidupan di akhirat. Akan tetapi Utsman menangis ketika diterangkan tentang kehidupan di alam kubur.

 

Mengapa bisa demikian? Sayyidina Utsman menjawab: Jika saya berada di dalam neraka, saya masih bersama-sama manusia. Jika saya di hari kiamat nanti, saya juga masih bersama-sama dengan manusia lainnya. Tapi jika saya di dalam kuburan, maka saya sendirian tidak ada teman yang menemani. Sedangkan kunci kuburan itu ada pada malaikat Israfil yang hanya akan membukanya ketika kiamat tiba.

 

Demikianlah sayyidina Utsman gentar dengan kehidupan di dalam kubur. Karena sesungguhnya kuburan adalah salah satu lubang dari lubang neraka (tempat yang menyengsarakan bagi mereka yang hidupnya penuh dengan dosa). Dan menjadi bagian dari taman surga (bagi mereka yang beramal saleh).

 

Rasulullah SAW menggambarkan bahwa kuburan adalah serambi akhirat atau miniatur akhirat yang penuh dengan pembalasan amal. Jika amal kita di dunia baik, maka kuburan akan menjadi surga yang bersahabat. Tetapi jika amal kita di dunia penuh maksiat, maka kuburan menjadi neraka dan musuh yang sangat jahat.

 

Bersumber dari Abi Said Al-Khudry RA bahwa Rasulullah SAW pernah masuk ke mushalanya. Di situ bertemu dengan orang-orang yang sedang tertawa. Kemudian Rasulullah berkata kepada mereka: Andaikan kalian mau mengingat kematian, tentu saja akan menyibukkanmu tentang kedahsyatan apa yang pernah aku lihat. Maka perbanyaklah mengingat kematian karena setiap hari kuburan berkata: Aku adalah rumah pengasingan, aku adalah rumah kesendirian, aku adalah rumah tanah, aku adalah rumah cacing. Maka jikalau yang dikebumikan adalah orang mukmin kuburan akan menyambutnya.

 

Ada baiknya kita isi sisa usia dengan kiprah terbaik sekaligus merenungi sisa perjalanan ini. 

PWNU Jatim