Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Sejumlah Alasan Nahdliyin Mencintai Para Habib

Sejumlah Alasan Nahdliyin Mencintai Para Habib
Suasana majelis shalawat yang selalu ramai dihadiri nahdliyin. (Foto: NOJ/BP)
Suasana majelis shalawat yang selalu ramai dihadiri nahdliyin. (Foto: NOJ/BP)

Umat Islam di Indonesia sangat menaruh takzim dan hormat kepada habib atau habaib. Hal ini juga dilakukan oleh Nahdliyin atau warga NU. Mereka sangat mencintai keluarga besar Rasulullah SAW, bahkan tidak jarang menjadikan para habib selain para kiai sebagai panutan.

 

Alasan Nahdliyin cukup sederhana karena dalam shalawat dan salam kepada Nabi menyertakan para sahabat dan ahlul baitnya. Mereka memahami ahlul bait Rasulullah SAW yang dimaksud adalah para habib.

 

Syekh Ibrahim al-Baijuri mengatakan bahwa ulama berbeda pendapat perihal siapa yang dimaksud keluarga Nabi Muhammad SAW. Menurut jumhur ulama, ahlul bait Rasulullah SAW adalah Sayyidina Ali, Sayyidatina Fathimah RA, Hasan RA, dan Husein RA.

 

Tetapi ada ulama berpendapat bahwa ahlul bait Rasulullah SAW adalah siapa saja yang pernah bertemu pada satu rahim dengan Nabi. Ulama lain berpendapat berbeda dari dua pendapat sebelumnya, (Lihat Imam al-Baijuri, Tahqiqul Maqam ala Kifayatil Awam, [Surabaya, Maktabah M bin Ahmad Nabhan wa Auladuh: tanpa catatan tahun], halaman 70).

 

Alasan Nahdliyin cukup beralasan. Pandangan mereka sejalan dengan keterangan Syek Ibrahim al-Baijuri perihal Surat As-Syura ayat 23 di mana Allah memerintahkan umat Islam untuk mencintai kerabat Rasulullah SAW:

 

عن ابن عباس أنه لما نزل قوله تعالى قُل لاَّ أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْراً إِلاَّ الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى قالوا يا رسول الله من هؤلاء الذين أمرنا الله بمودتهم قال علي وفاطمة وابناهما والعترة وهم العشيرة وقيل الذرية كذا يستفاد من شرح الفاسي على الدلائل
 

Artinya: Dari Ibnu Abbas bahwa ketika  turun firman Allah SWT Surat As-Syura ayat 23: Katakanlah hai Muhammad: Aku tidak meminta upah kepada kalian kecuali rasa cinta pada kerabat. Para sahabat bertanya: Siapakah mereka yang Allah perintahkan kami untuk mencintainya ya rasul? Rasulullah menjawab: Ali, Fathimah, kedua anak mereka, dan keturunannya. Mereka adalah keluarga besar. Ada ulama yang mengatakan, mereka adalah cucu keturunan keduanya. Demikian penjelasan sebagai dikutip dari Syarhul Fasi alad Dala’il, (Lihat Imam Al-Baijuri, Tahqiqul Maqam ala Kifayatil Awam, [Surabaya, Maktabah M bin Ahmad Nabhan wa Auladuh: tanpa catatan tahun], halaman 70).

 

Sikap Nahdliyin terhadap para habib hingga kini tidak bergeser. Mereka membanjiri majelis, juga bershalawat bersama para habib. Hal ini kiranya yang menjadi alasan masyarakat Islam di Indonesia secara umum mencintai keturunan Rasulullah SAW.

 

Penulis adalah redaktur NU Online 

Iklan Hari Pahlawan